Bendera UEA di Israel. Foto: AFP.
Bendera UEA di Israel. Foto: AFP.

Majelis Fatwa UEA Sebut Ikhwanul Muslimin Organisasi Teroris

Internasional teroris Uni Emirat Arab (UEA)
Marcheilla Ariesta • 26 November 2020 20:28
Abu Dhabi: Majelis Fatwa Uni Emirat Arab mengikuti jejak cendekiawan Arab Saudi dengan menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris. Hal yang sama disampaikan Majelis Cendekiawan Arab Saudi pada awal November lalu.
 
"Majelis Fatwa UEA menyatakan dukungan penuh terhadap pernyataan Majelis Cendekiawan Saudi yang memperkuat keputusan pemerintah Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, yang menyatakan Ikhwanul Muslimin adalah organisasi teroris karena mendukung kelompok yang menggunakan kekerasan, bersengketa dengan pemimpin, dan tidak patuh," kata laporan kantor berita Uni Emirat Arab, WAM.
 
Keputusan Majelis Fatwa Uni Emirat Arab disampaikan dalam rapat yang digelar secara virtual. Rapat ini dipimpin ulama asal Mauritania, Syeikh Abdullah bin Bayyah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak diperbolehkan bersumpah setia terhadap orang lain di samping pemimpin negara atau 'Amir bayangan'," lanjut pernyataan Majelis Fatwa UEA, dilansir dari laman Middle East Eye, Kamis, 26 November 2020.
 
Pemerintah Arab Saudi, Mesir, UEA dan Bahrain menolak aktivitas dan kehadiran Ikhwanul Muslimin. Organisasi itu didirikan Hasan al-Banna pada 1928 di Mesir.
 
Pada 12 November lalu, Ikatan Cendekiawan Arab Saudi menyatakan gerakan dan organisasi Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi lebih dulu menyatakan hal serupa pada Maret 2014 silam.
 
Menurut mereka, Ikhwanul Muslimin merupakan organisasi sesat yang tidak menaati penguasa sah dan memicu perselisihan. Mereka juga dituding menyembunyikan perbuatan kotor dengan kedok agama dan mempraktikkan kekerasan terorisme.
 
Tuduhan ini dibantah juru bicara Ikhwanul Muslimin, Talaat Fahmy. Menurutnya, kelompok mereka jauh dari tindak kekerasan, terorisme, dan penyebaran perpecahan.
 
"Kelompok yang sama sekali jauh dari tindak kekerasan dan terorisme, selalu menjadi korban kekerasan dan teror kediktatoran," kata Fahmy.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif