Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi. Foto: AFP
Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi. Foto: AFP

Turki Kecewa Berat dengan Vonis Akhir Pembunuh Jamal Khashoggi

Internasional arab saudi turki Jamal Khashoggi
Fajar Nugraha • 08 September 2020 16:12
Ankara: Turki meminta Arab Saudi untuk bekerja sama dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. Khashoggi adalah jurnalis Arab Saudi yang dibunuh di Gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki 2018 lalu.
 
Baca: Arab Saudi Jatuhkan Vonis Akhir ke 8 Pembunuh Khashoggi.
 
Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki Fahrettin Altun menyuarakan kekecewaannya atas putusan pengadilan Arab Saudi yang menghukum delapan orang terkait pembunuhan Khashoggi. Altun meminta otoritas Saudi untuk ‘bekerja sama dengan investigasi pembunuhan yang sedang berlangsung di Turki’.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Putusan akhir terkait eksekusi jurnalis Khashoggi di dalam konsulat Kerajaan di Istanbul, Turki gagal memenuhi harapan Turki dan komunitas internasional,” tegas Altun dalam akun Twitternya, yang dikutip Anadolu, Selasa 8 September 2020.
 
"Kami masih belum tahu apa yang terjadi dengan jenazah Khashoggi, yang menginginkannya mati atau apakah ada kolaborator lokal. Putusan ini yang menimbulkan keraguan atas kredibilitas proses hukum di Kerajaan Arab Saudi,” tambahnya.
 
Altun lebih lanjut mencatat bahwa "adalah kewajiban hukum dan hati-hati untuk menjelaskan pembunuhan Jamal Khashoggi, yang dilakukan di dalam wilayah Turki, dan untuk memberikan keadilan".
 
"Itulah satu-satunya cara untuk memastikan bahwa kekejaman serupa dapat dicegah di masa depan,” ungkapnya.
 
Baca: Keluarga Khashoggi Terima Vonis 'Adil' 8 Terdakwa Pembunuhan.
 
Televisi Al-Arabiya melaporkan bahwa lima orang dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Sementara tiga lainnya menerima hukuman penjara antara tujuh dan 10 tahun.
 
Khashoggi, kolumnis The Washington Post, dibunuh dan dipotong-potong oleh kelompok operasi Arab Saudi tak lama setelah dia memasuki konsulat negara di Istanbul pada 2 Oktober 2018.
 
Sebelumnya, penyelidik hak asasi manusia PBB Agnes Callamard juga menyebut putusan jaksa penuntut Arab Saudi atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul tahun 2018 sebagai ‘parodi keadilan’ yang menghindarkan para komplotan ‘tingkat tinggi’.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif