Dubes Israel untuk PBB Gilad Erdan. (Ahmad GHARABLI / AFP)
Dubes Israel untuk PBB Gilad Erdan. (Ahmad GHARABLI / AFP)

Israel Kecam Laporan Harvard Tentang Tuduhan Apartheid

Medcom • 21 Maret 2022 17:02
Cambridge: Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Gilad Erdan menentang laporan yang disusun sebuah badan di Sekolah Hukum Universitas Harvard (HLS). Berkolaborasi dengan aktivis Palestina, laporan tersebut menuding Israel melakukan "apartheid" di Tepi Barat.
 
"Tindakan Israel di Tepi Barat yang didudukinya melanggar larangan terhadap praktik apartheid, dan merupakan kejahatan apartheid di bawah hukum internasional," tulis laporan tersebut, dilansir dari Algemeiner, Senin, 21 Maret 2022.
 
Dikutip dari Algemeiner, Senin, 21 Maret 2022, laporan itu disampaikan kepada Komisi Internasional Independen PBB tentang Wilayah Pendudukan Palestina dan Israel.   

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


HLS bekerja sama dengan Addameer, lembaga swadaya masyarakat (LSM/NGO) yang dilarang Israel pada Oktober lalu atas dugaan keterkaitannya dengan Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP) -- ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (EU).
 
Baca:  PBB Minta UE Tekan Israel Terkait 6 'Organisasi Teror' Palestina
 
Kelompok-kelompok penyusun menyampaikan bahwa mereka "menguraikan undang-undang, kebijakan, dan praktik diskriminatif yang ditegakkan militer Israel di Tepi Barat yang dikuasainya, yang menciptakan sistem hukum ganda yang secara sistematis mendiskriminasi warga Palestina serta menekan hak-hak sipil dan politik mereka.”
 
Erdan menentang laporan itu pada hari Sabtu kemarin, sembari menyinggung hubungan Addameer dengan PFLP. "Universitas Harvard menerbitkan laporan antisemitik bersama dengan teroris PFLP," katanya.
 
Ia menuduh para penyusun tidak benar-benar peduli terhadap perampasan hak asasi manusia (HAM). Menurutnya, Israel sebagai negara Yahudi dikenai delegitimasi karena pandangan antisemitik.
 
"Mereka yang menulis laporan atas nama Harvard tidak peduli dengan penindasan terhadap perempuan, minoritas, dan komunitas LGBTQ di wilayah-wilayah yang dijalankan oleh Otoritas Palestina," tuduh Erdan.
 
"Saya berharap agar Harvard secara tegas menentang laporan memuakkan ini dan meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang menulis kebohongan ini mengenai satu-satunya demokrasi di Timur Tengah di mana semua warga menikmati hak penuh dan setara," pungkasnya. (Kaylina Ivani)
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif