Kylie Moore-Gilbert, seorang dosen Universitas Melbourne yang dibebaskan. Foto: ABC Australia/ Department Of Foreign Affairs And Trade
Kylie Moore-Gilbert, seorang dosen Universitas Melbourne yang dibebaskan. Foto: ABC Australia/ Department Of Foreign Affairs And Trade

Iran Tukar Akademisi Australia dengan Kebebasan Tiga Warganya

Internasional australia iran
Fajar Nugraha • 26 November 2020 06:47
Teheran: Iran telah membebaskan seorang akademisi warga Australia keturunan Inggris yang telah ditahan mereka tahan. Kebebasan akademisi itu ditukar dengan bebasnya tiga warga Iran yang ditahan di negara lain.
 
Kylie Moore-Gilbert, seorang dosen Universitas Melbourne tentang studi Timur Tengah ditahan di penjara Teheran lebih dari dua tahun lalu. Dia divonis penjara 10 tahun atas tuduhan spionase.
 
Dia termasuk di antara beberapa warga dari negara-negara Barat yang ditahan dalam beberapa tahun terakhir di Iran atas tuduhan spionase. Kelompok hak asasi manusia dan keluarga menilai tuduhan itu tidak berdasar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne memberikan konfirmasi atas kebebasan Dr Moore-Gilbert.
 
“Kami sangat senang dan lega memberi tahu bahwa Dr Moore-Gilbert telah dibebaskan dan akan segera dipersatukan kembali dengan keluarganya,” ujar Menlu Payne, seperti dikutip dari ABC Australia, Kamis 26 November 2020.
 
“Pembebasan itu dicapai melalui upaya diplomatik dengan Pemerintah Iran, dan Dr Moore-Gilbert telah meminta privasi,” imbuh Payne.
 
Tidak jelas kapan Dr Moore-Gilbert akan kembali ke Australia.
 
Sedangkan televisi  pemerintah Iran menggambarkan warga mereka yang ditahan sebagai ‘aktivis ekonomi’. Situs web yang berafiliasi dengan TV pemerintah menyebut mereka sebagai seorang pengusaha dan dua warga negara yang ditahan ‘atas tuduhan tak berdasar.’
 
Situs Young Journalist Club memberikan sedikit informasi tentang tahanan Iran, tetapi dilaporkan bahwa mereka ditahan karena berusaha menghindari sanksi AS yang dijatuhkan terhadap Iran dua tahun lalu. Sanksi itu berlaku ketika AS menarik diri dari perjanjian nuklir Iran.
 
Garda Revolusi Iran telah menangkap puluhan warga negara ganda dalam beberapa tahun terakhir, terutama atas tuduhan spionase.
 
Aktivis hak asasi berpendapat bahwa Teheran telah menahan dua warga negara untuk mendapatkan konsesi dari negara lain.
 
Iran membantah menahan orang karena alasan politik dan menuduh banyak tahanan melakukan spionase.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif