Anak-anak di wilayah Masafer Yatta masih bertahan. Foto: AFP
Anak-anak di wilayah Masafer Yatta masih bertahan. Foto: AFP

Pengadilan Tinggi Israel Putuskan Gusur Delapan Desa Palestina

Internasional Palestina israel palestina Israel
Medcom • 07 Mei 2022 10:04
Yerusalem: Mahkamah Agung Israel menolak petisi yang menentang diusirnya 1.000 penduduk Palestina di pedalaman Tepi Barat. Wilayah itu ditetapkan Israel untuk pelatihan militer.
 
Setelah dua dekade proses hukum yang tak kunjung rampung, pengadilan tinggi mengeluarkan putusan pada Rabu, 4 Mei 2022, membuka jalan menuju penghancuran delapan desa kecil di wilayah berbatu dan gersang dekat Hebron. Wilayah ini dikenal warga Palestina sebagai Masafer Yatta, sementara warga Israel menyebutnya Bukit Hebron Selatan.
 
Meski telah tinggal beberapa generasi dengan mata pencaharian bertani dan menggembala, pengadilan Israel mengatakan warga Palestina bukan penduduk tetap area tersebut ketika Israel pertama menyatakannya sebagai zona tembak tahun 1980-an.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penduduk Masafer Yatta dan kelompok HAM Israel menyebut banyak keluarga Palestina telah tinggal di area seluas 3.000 hektar dari sebelum Israel merebut Tepi Barat dalam Perang Timur Tengah 1967.
 
"Ini membuktikan bahwa pengadilan ini adalah bagian dari pendudukan," kata Nidal Abu Younis, Wali Kota Masafer Yatta.
 
"Kami tidak akan meninggalkan rumah kami. Kami akan tinggal di sini," ucapnya, seperti dikutip Channel News Asia, Sabtu 7 Mei 2022.
 
Delegasi Uni Eropa untuk Palestina mengatakan penggusuran ini merupakan pelanggaran hukum internasional.
 
"Sebagai pihak yang menduduki tanah, Israel memiliki kewajiban untuk melindungi penduduk Palestina dan tidak menggusur mereka," katanya di Twitter.
 
Militer Israel menyebut kawasan itu sebagai lapangan tembak atas dasar kebutuhan keamanan dan saat itu tidak berpenghuni. Militer mengatakan bahwa dalam tiga dekade setelah itu, warga Palestina telah membangun di daerah tersebut tanpa izin resmi.
 
Pengadilan mempersilakan penduduk Palestina untuk membuat kesepakatan dengan militer Israel agar bisa memanfaatkan sebagian lahan untuk pertanian.
 
Asosiasi Hak Sipil di Israel (ACRI), yang menentang penggusuran bersama penduduk Masafer Yatta, berkata putusan ini akan mengakibatkan konsekuensi berat.
 
“Pengadilan Tinggi telah resmi membiarkan sejumlah keluarga, beserta anak-anak dan lansia, tanpa atap di atas kepala mereka,” ucap ACRI dalam pernyataannya. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif