Sekelompok orang menjarah deretan gudang milik pemerintah Nigeria pada Sabtu, 24 Oktober 2020. (AFP/Ifiok Ettang)
Sekelompok orang menjarah deretan gudang milik pemerintah Nigeria pada Sabtu, 24 Oktober 2020. (AFP/Ifiok Ettang)

Kepolisian Nigeria Kerahkan Seluruh Personel untuk Redam Demo

Internasional konflik nigeria krisis nigeria nigeria Muhammadu Buhari
Willy Haryono • 25 Oktober 2020 10:26
Abuja: Kepala Kepolisian Nigeria Mohammed Adamu memerintahkan mobilisasi seluruh personel kepolisian untuk mengakhiri aksi unjuk rasa yang diwarnai aksi kekerasan serta penjarahan. Ia mengatakan sekelompok kriminal telah membajak jalannya demonstrasi menentang kebrutalan polisi yang sebagian besar berlangsung damai.
 
Adamu menegaskan situasi seputar aksi protes di jalanan Nigeria sudah tidak dapat lagi diterima.
 
"Kami telah diperintahkan untuk mengakhiri aksi kekerasan, pembunuhan, penjarahan, dan perusakan properti," kata sejumlah polisi di Nigeria, dilansir dari laman BBC pada Minggu, 25 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aksi protes menentang kebrutalan polisi di Nigeria dimulai pada 7 Oktober. Kala itu, pengunjuk rasa mendesak pembubaran Pasukan Khusus Anti-Perampokan (SARS) -- salah satu unit dari Kepolisian Nigeria -- yang selama ini dinilai sering bertindak sewenang-wenang.
 
Presiden Nigeria Muhammadu Buhari telah membubarkan SARS, namun unjuk rasa terus berlangsung. Para pedemo mendesak adanya reformasi yang lebih besar di dalam pemerintahan Nigeria.
 
Intensitas unjuk rasa menentang kebrutalan polisi di Nigeria meningkat usai sekelompok demonstran tak bersenjata ditembak mati dalam aksi protes di kota Lagos. Grup Amnesty International mengatakan bahwa pasukan keamanan Nigeria telah menembak mati setidaknya 12 pengunjuk rasa di Lagos.
 
Militer Nigeria membantah keterlibatan dalam penembakan di kota tersebut.
 
Dalam beberapa hari terakhir, Lagos dilanda penjarahan masif di deretan pertokoan, mal, dan gudang. Banyak tempat usaha milik para politisi Nigeria yang menjadi target serangan.
 
Sabtu kemarin, terdapat laporan adanya ratusan orang yang menjarah deretan gudang milik pemerintah di Bukuru dekat kota Jos.
 
Deretan gudang itu merupakan tempat penyimpanan pasokan makanan yang akan didistribusikan kepada warga selama penerapan penguncian (lockdown) terkait pandemi virus korona (covid-19).
 
Baca:69 Orang Tewas dalam Demo Kebrutalan Polisi di Nigeria
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif