Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Lebanon Kritik Penggunaan Kata 'Serangan' oleh Trump

Internasional Ledakan Lebanon
Willy Haryono • 05 Agustus 2020 10:54
Beirut: Sejumlah pejabat Lebanon mengkritik penggunaan kata "serangan" oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat dirinya merespons ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut pada Selasa 4 Agustus. Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menyebut ledakan di Lebanon "terlihat seperti sebuah serangan mengerikan."
 
Dikutip dari CNN, Rabu 5 Agustus 2020, kritik Lebanon disampaikan kepada jajaran diplomat AS tak lama usai pernyataan Trump.
 
Dua pejabat anonim AS mengaku belum mengetahui pasti apakah pernyataan Trump adalah pandangan pribadi atau dibuat berdasarkan informasi tertentu. Namun keduanya meyakini informasi awal mengindikasikan bahwa ledakan di Pelabuhan Beirut bukan sebuah serangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Informasi sejauh ini cenderung lebih dekat dari apa yang sudah disampaikan otoritas Lebanon. Namun situasi masih dapat berubah seiring berjalannya waktu," ujar keduanya, berdasarkan keterangan yang dihimpun di situs Guardian.
 
Sebelumnya, Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan bahwa ledakan di Beirut berasal dari 2.750 ton amonium nitrat yang disimpan di area pelabuhan selama enam tahun.
 
Sementara Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengatakan, akan ada pihak yang harus bertanggung jawab atas ledakan mematikan yang terjadi di sebuah "gudang berbahaya" di Pelabuhan Beirut.
 
Lokasi ledakan berjarak hanya sekitar 7 kilometer dari KBRI Beirut. Ledakan tersebut telah menewaskan 78 orang dan melukai 4.000 lainnya, termasuk seorang warga negara Indonesia.
 
Kontingen RI yang tergabung dalam Pasukan Interim Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Lebanon (UNIFIL) terhindar dari ledakan di Beirut.
 
"KRI Sulthan Hasanuddin 366 (Kontingen Garuda Satgas MTF dalam UNIFIL) terkonfirmasi aman karena sedang berlayar di Mersin, Turki," ucap keterangan Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif