Palestina tolak aneksasi Israel. Foto: AFP.
Palestina tolak aneksasi Israel. Foto: AFP.

Palestina Minta OKI Bersatu Lawan Aneksasi Israel

Internasional israel palestina
Marcheilla Ariesta • 01 Juli 2020 01:59
Jakarta: Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair al-Shun meminta agar negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk bersatu melawan rencana aneksasi wilayah Tepi Barat, Palestina. Dia mempertanyakan dukungan negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI menghadapi rencana tersebut.
 
"Di mana kemanusiaan dunia internasional saat solusi dua negara tidak terimplementasi? Saya berharap negara-negara Islam OKI bisa bersatu," katanya dalam webinar bersama dengan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Selasa, 30 Juni 2020.
 
Dia menambahkan Palestina siap untuk segala proses damai demi tercapainya kemerdekaan. Menurutnya, jika negara OKI bersatu, bisa menghentikan Amerika Serikat (AS) sebagai sekutu Israel dalam mengambil keputusan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Dian Triansyah Djani menuturkan, Indonesia berusaha menggalang dukungan besar untuk melawan rencana aneksasi Israel tersebut. Djani mengatakan bahwa galangan dukungan itu selalu disuarakan Indonesia dalam forum bilateral maupun multilateral seperti di Dewan Keamanan PBB.
 
"Indonesia saat ini masih menjabat di Dewan Keamanan PBB dan isu kemerdekaan Palestina selalu kita bawa terus. Kita mencari dukungan bahkan dari DK PBB untuk menunjukkan bahwa rencana aneksasi ini penting bagi kita semua," tutur Djani.
 
"Aneksasi sangat berimbas tidak hanya untuk Palestina, atau kawasan Timur Tengah, tapi juga ke seluruh dunia," tegasnya.
 
Djani menambahkan, aneksasi sangat berbahaya, terutama bagi hak asasi manusia. Selain itu, aneksasi akan membunuh seluruh proses perdamaian yang sebelumnya sudah dilakukan untuk kedua negara tersebut.
 
"Aneksasi Israel juga melanggar hukum internasional, termasuk resolusi PBB di dalamnya," pungkas dia.
 
Israel berencana untuk menganeksasi wilayah Tepi Barat Palestina pada 1 Juli 2020. Rencana ini semakin mantap setelah Amerika Serikat, di bawah proposal yang diajukan Presiden Donald Trump, mendukung rencana aneksasi dengan dalih sebagai langkah perdamaian antara Palestina dan Israel.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif