Petugas keamanan bersiaga di salah satu pos perbatasan menuju Jalur Gaza. (Foto: AFP)
Petugas keamanan bersiaga di salah satu pos perbatasan menuju Jalur Gaza. (Foto: AFP)

Hamas dan Israel Sepakat Akhiri Ketegangan di Gaza

Internasional jalur gaza israel hamas
Willy Haryono • 01 September 2020 06:56
Gaza: Kelompok pemimpin jalur Gaza, Hamas, mengaku telah mencapai kesepakatan dengan Israel untuk mengakhiri aksi saling serang yang telah berlangsung selama lebih dari tiga pekan. Kesepakatan tersebut dimediasi Qatar.
 
"Usai berbicara dengan utusan Qatar Mohammed el-Emadi, kesepakatan tercapai untuk mengakhiri eskalasi terbaru dan mengakhiri agesi (Israel) terhadap masyarakat kami," ucap pernyataan resmi dari kantor pemimpin Gaza, Yahya Sinwar, seperti dilansir dari AFP, Selasa 1 September 2020.
 
Israel membombardir Gaza hampir setiap hari sejak 6 Agustus. Israel mengklaim serangan tersebut merupakan respons atas pengiriman balon api dan senjata lainnya dari arah Gaza.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Balon api yang dikirim dari Gaza telah memicu lebih dari 400 titik api di Israel, termasuk di areal persawahan wilayah selatan.
 
Delegasi Mesir telah mencoba berbicara dengan Hamas dan juga Israel untuk memperbarui gencatan senjata informal. Di bawah gencatan senjata itu, Israel berkomitmen melonggarkan blokade Gaza asalkan situasi di perbatasan relatif tenang tanpa ada serangan.
 
Qatar ikut serta dalam delegasi Mesir, yang juga telah berbicara dengan sejumlah pejabat Israel di Tel Aviv.
 
Seorang sumber di Hamas mengatakan kepada AFP bahwa pengiriman balon api dan serangan lainnya ke Israel telah dihentikan secara total.
 
Penghentian serangan dilakukan usai Hamas menyepakati perjanjian dengan beberapa faksi lainnya di Gaza, wilayah yang dihuni sekitar dua juta orang.
 
"Pasokan bahan bakar akan kembali mengalir, dan pembangkit listrik akan mulai dihidupkan kembali Selasa ini," kata sumber tersebut.
 
Aksi saling serang antar Hamas dan Israel pernah meletus menjadi konflik berskala penuh pada 2008, 2012, dan 2014. Berkaca dari pengalaman tersebut, sejumlah mediator berusaha keras untuk meredam ketegangan saat ini.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif