Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. (Foto: AFP).
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. (Foto: AFP).

Presiden Afghanistan akan Bebaskan 2.000 Tahanan Taliban

Internasional taliban afghanistan
Marcheilla Ariesta • 25 Mei 2020 16:58
Kabul: Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan akan membebaskan hingga 2.000 tahanan Taliban. Langkah ini dipandang sebagai isyarat niat baik untuk perdamaian.
 
"Keputusan untuk membebaskan tahanan diambil demi memastikan keberhasilan proses perdamaian," kata juru bicara Ghani, Sediq Sediqqi, dilansir dari Aljazeera, Senin 25 Mei 2020.
 
Proses pembebasan tahanan dimulai setelah kedua pihak bertikai, yakni Pemerintah Afghanistan dan Taliban memutuskan untuk melakukan gencatan senjata selama tiga hari saat Idulfitri. Gencatan senjata sudah berlaku mulai kemarin, Minggu 24 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga kini tidak ada laporan bentrokan antara pasukan Taliban dan Afghanistan selama gencatan senjata berlangsung. Karenanya, Ghani mengatakan delegasi pemerintah siap segera memulai pembicaraan damai dengan Taliban.
 
Negosiator pemerintah yang akan memimpin pembicaraan damai ini adalah Abdullah Abdullah. Dia merupakan mantan saingan Ghani merebut kursi kepresidenan, dan keduanya telah sepakat membagi kekuasaan untuk mengakhiri krisis politik.
 
Perjanjian AS-Taliban yang ditandatangani pada Februari lalu di Doha, Qatar menetapkan pemerintah Afghanistan akan membebaskan hingga 5.000 tahanan Taliban. Sementara kelompok itu akan membebaskan sekitar 1.000 personel pasukan keamanan Afghanistan.
 
Pertukaran tahanan dalam perjanjian itu diyakini sebagai langkah membangun kepercayaan sebelum pembicaraan damai yang telah lama ditunggu-tunggu kedua pihak.
 
Sebelum pengumuman kemarin, Kabul telah membebaskan sekitar 1.000 tahanan Taliban, sementara Taliban telah membebaskan sekitar 300 anggota pasukan keamanan Afghanistan.
 
Taliban mengatakan mereka berkomitmen membebaskan para tahanan. Tapi mereka mengingatkan Kabul agar Afghanistan membebaskan 5.000 anggota mereka sebagaimana disepakati dengan AS di Doha.
 
"Proses ini harus diselesaikan untuk menghilangkan rintangan yang menghalangi dimulainya negosiasi intra-Afghanistan," ujar juru bicara Taliban Suhail Shaheen.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif