Warga Palestina melakukan protes menentang Israel di Tepi Barat. Foto: AFP
Warga Palestina melakukan protes menentang Israel di Tepi Barat. Foto: AFP

Warga Israel Lakukan Perusakan di Palestina

Internasional Palestina Israel Warga Israel Serang Warga Palestina Perusakan di Palestina Warga Israel Perusak Palestina
Fajar Nugraha • 14 Oktober 2021 04:07
Tepi Barat: Warga Israel melakukan perusakan mobil dan rumah milik warga Palestina di Tepi Barat. Kejadian ini berlangsung di Marda.
 
Para pengacau menyerang desa Palestina, memulas dinding, dan menusuk ban mobil. Slogan, Daftar Harga atau Price Tag tampak terlihat di Marda, Tepi Barat.
 
Pihak berwenang setempat mengatakan warga Israel berada di balik serangan pada Rabu 13 Oktober 2021 dini hari waktu setempat. Para pengacau menyemprotkan berbagai macam tulisan ke dinding rumah hingga ke mobil warga Palestina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Slogan-slogan nasionalis dan merusak mobil di desa Palestina Marda di Tepi Barat,” kata Polisi Israel.
 
“Slogan-slogan yang ditempel di dinding komunitas termasuk label harga dan hancurkan (properti) musuh, bukan Yahudi,” imbuh keterangan polisi Israel.
 
Ban mobil di desa itu, yang terletak di dekat permukiman Ariel di Tepi Barat utara, ditusuk dan di atas kendaraan dicat Bintang Daud yang identik dengan Israel.
 
Penyerangan dan vandalisme oleh pemukim terhadap warga Palestina dan pasukan keamanan Israel di Tepi Barat biasanya disebut sebagai serangan label harga. Pelaku mengeklaim bahwa mereka adalah pembalasan atas kekerasan Palestina atau kebijakan pemerintah yang dianggap memusuhi gerakan pemukim.
 
Polisi mengatakan para penyelidik, didampingi oleh pasukan IDF, sedang bersiap memasuki desa untuk menyelidiki insiden perusakan di Palestina.
 
Baca: Pemukim Israel Serang Desa Palestina di Tepi Barat
 
Munif al-Hafash, kepala otoritas lokal Marda, mengatakan bahwa para warga Israel melakukan serangan di pagi hari. “Ini adalah kelanjutan dari insiden agresif yang merusak properti, termasuk kerusakan kebun zaitun, pencabutan pohon zaitun, vandalisme atau pencurian,” ujar al-Hafash.
 
Panen zaitun dimulai minggu lalu. Hal ini sering ditandai dengan meningkatnya insiden vandalisme oleh pemukim terhadap warga Palestina.
 
Menurut kelompok hak asasi Yesh Din, sejak awal panen di Tepi Barat, total 150 pohon tumbang dalam tiga insiden. Di samping itu, ada lima insiden pencurian tanaman zaitun dan penyerangan terhadap seorang petani
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif