Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: AFP)
Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: AFP)

Pembunuhan Ilmuwan Nuklir, Iran Masih Buka Pintu Diplomasi

Internasional nuklir iran iran israel Mohsen Fakhrizadeh
Willy Haryono • 30 November 2020 15:00
Teheran: Seorang juru bicara pemerintahan Iran mengatakan bahwa diplomasi masih memungkinkan meski sejumlah pihak di Teheran menyerukan aksi balas dendam atas kematian ilmuwan nuklir ternama Mohsen Fakhrizadeh. Menurut Ali Rabiei, masih terlalu dini untuk menutup diplomasi meski Iran mengutuk keras pembunuhan terhadap Fakhrizadeh.
 
Iran menuding Israel sebagai dalang di balik pembunuhan. Sejauh ini, Israel belum berkomentar mengenai tuduhan tersebut.
 
"Kami tidak akan terjatuh ke dalam perangkan (aksi militer atau menutup pintu diplomasi)," kata Rabiei, dilansir dari laman Radio Farda pada Senin, 30 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani menekankan bahwa negaranya akan membalas dendam "pada waktunya" dan tidak akan terburu-buru melangkah menuju sebuah "jebakan."
 
Rouhani dianggap sebagai satu dari beberapa tokoh moderat di Iran, yang disebut hendak kembali berkomitmen terhadap perjanjian nuklir 2015 saat Joe Biden resmi menjadi presiden Amerika Serikat. Pada 2018, AS di bawah Donald Trump menarik diri dari perjanjian tersebut.
 
Baca:  Iran Janjikan PM Israel Respons Keras atas Kematian Fakhrizadeh
 
Ancaman balas dendam juga terlontar dari pemimpin tertinggi di Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
 
Ia menilai Fakhrizadeh sebagai "ilmuwan nuklir dan pertahanan ternama," dan mengatakan bahwa ia telah "menjadi martir oleh tangan penjahat dan tentara bayaran yang kejam."
 
"Ilmuwan yang tak tertandingi ini memberikan hidupnya yang berharga dan berharga kepada Tuhan karena upaya ilmiahnya yang besar dan langgeng, dan hadiah tertinggi kemartiran adalah pahala ilahi," sebut Khamenei.
 
Uni Emirat Arab dan Yordania mengecam keras pembunuhan terhadap Fakhrizadeh. Kedua negara itu juga menyerukan semua pihak untuk menahan diri dalam melakukan langkah-langkah yang dapat memperburuk ketegangan di kawasan.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif