Milisi Amhara yang berperang bersama pasukan pemerintah melawan kelompok Front TPLF. Foto: AFP
Milisi Amhara yang berperang bersama pasukan pemerintah melawan kelompok Front TPLF. Foto: AFP

Lebih dari 100 Orang Tewas dalam Konflik Baru di Ethiopia

Internasional konflik ethiopia Konflik Tigray
Fajar Nugraha • 24 Desember 2020 06:21
Addis Ababa: Penyerang tak dikenal melakukan serangan di sebuah desa di Ethiopia barat. Insiden ini dikabarkan telah menewaskan lebih dari 100 orang.
 
Seorang perawat di klinik setempat mengatakan kepada BBC bahwa lebih dari 30 orang telah dirawat di fasilitas tersebut, termasuk beberapa dalam kondisi kritis.
 
“Beberapa korban ditembak, sementara yang lain ditikam,” ucap perawat itu, kepada BBC, Kamis 24 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Serangan Rabu di wilayah Benishangul-Gumuz terjadi sehari setelah kunjungan Perdana Menteri Abiy Ahmed.
 
Dalam sebuah pernyataan, Komisi Hak Asasi Manusia Ethiopia mengatakan serangan itu terjadi di desa Bekoji, yang terletak di daerah tempat tinggal berbagai kelompok etnis.
 
"Lebih dari 100 orang tewas dalam kebakaran dan penembakan yang dilakukan oleh orang-orang bersenjata selama serangan menjelang pagi, kata komisi itu.
 
Beyene Melese, juru bicara pemerintah negara bagian, menyalahkan apa yang disebutnya "elemen anti-perdamaian" atas serangan itu.
 
Pada Selasa, Perdana Menteri Abiy melakukan perjalanan ke wilayah tersebut untuk membahas terulangnya kekerasan berbasis etnis dalam beberapa bulan terakhir.
 
"Keinginan musuh untuk memecah belah Ethiopia berdasarkan etnis dan agama masih ada," tulis perdana menteri di Twitter setelah kunjungannya.
 
"Keinginan ini tidak akan terpenuhi,” tegas Abiy.
 
Benishangul-Gumuz telah memperlihatkan empat serangan mematikan sejak September, termasuk serangan senjata terhadap bus penumpang pada November yang menewaskan 34 orang.
 
Kekerasan di daerah itu diperkirakan tidak terkait dengan serangan darat dan udara yang dilancarkan pemerintah di wilayah utara Tigray, November lalu.
 
Ratusan, atau bahkan ribuan, orang diperkirakan tewas dalam konflik itu. Sementara sekitar 50.000 lainnya mengungsi ke negara tetangga Sudan.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif