Petugas menyemprotkan disinfektan di jalanan kota Teheran, Iran, di tengah pandemi covid-19. (Foto: AFP)
Petugas menyemprotkan disinfektan di jalanan kota Teheran, Iran, di tengah pandemi covid-19. (Foto: AFP)

Meyakini Metanol sebagai Obat Korona, 300 Warga Iran Tewas

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 28 Maret 2020 15:02
Teheran: Ratusan orang di Iran dikabarkan tewas usai mengonsumsi metanol beracun yang diyakini sebagian masyarakat sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit virus korona (covid-19). Selain menewaskan ratusan orang, praktik mengonsumsi metanol juga membuat ribuan lainnya dirawat intensif di rumah sakit.
 
Hossein Hassanian, seorang dokter sekaligus penasihat untuk Kementerian Kesehatan Iran, mengonfirmasi adanya ratusan orang yang tewas akibat mengonsumsi metanol. Ia mengklaim angka korban jiwanya berkisar 480 orang, lebih tinggi dari laporan media lokal di kisaran 300.
 
Keracunan massal berujung kematian ini terjadi di tengah banyaknya informasi menyesatkan seputar covid-19 di media sosial Iran. Banyak warga memilih mengonsumsi metanol karena skeptis terhadap Pemerintah Iran yang dipandang meremehkan krisis covid-19, sebelum akhirnya terjadi lonjakan jumlah kasus dan kematian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Negara-negara lain hanya memiliki satu masalah, yakni pandemi virus korona. Tapi di sini kami menghadapi dua masalah," ujar Hassanian, seperti dilansir dari laman Guardian, Sabtu 28 Maret 2020.
 
"Kami harus mengobati orang yang keracunan alkohol dan juga memerangi virus korona," sambungnya.
 
Beredarnya banyak informasi menyesatkan serta kabar bohong juga terjadi di banyak negara lain. Di India, Perdana Menteri Narendra Modi telah memperingatkan ke semua warga untuk "mewaspadai segala jenis rumor dan takhayul."
 
Sejak covid-19 memasuki India, media sosial di negara tersebut dipenuhi informasi seputar pengobatan alternatif yang berpotensi menewaskan banyak orang.
 
Sejumlah pakar memperingatkan bahwa misinformasi di tengah pandemi covid-19 dapat berujung musibah fatal.
 
Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada Sabtu ini, total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 598 ribu. Sementara angka kematiannya mencapai 27.761, dengan pasien sembuh 131.772.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif