Mohsen Fakhrizadeh dibunuh pada akhir pekan lalu. Foto: AFP
Mohsen Fakhrizadeh dibunuh pada akhir pekan lalu. Foto: AFP

Kedubes Iran: Pembunuhan Fakhrizadeh Bentuk Keputusasaan Musuh Kami

Internasional nuklir iran iran Mohsen Fakhrizadeh
Marcheilla Ariesta • 03 Desember 2020 15:30
Jakarta: Kedutaan Besar Iran di Indonesia mengecam keras pembunuhan ilmuwan nuklir mereka, Mohsen Fakhrizadeh akhir pekan lalu. Pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka itu menunjukkan keputusasaan 'musuh' Iran.
 
Baca: Iran Berhasil Identifikasi Pembunuh Ilmuwan Nuklir Mohsen Fakhrizadeh.
 
"Tindakan teroris terhadap ilmuwan terkemuka Iran memperlihatkan keputusasaan para musuh rakyat Iran yang berasal dari kelemahan, ketidakmampuan dan kekalahan mereka di kawasan dan di arena politik lainnya," kata Kedubes Iran dalam pernyataan yang diterima Medcom.id, Kamis, 3 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tindakan jahat seperti itu tidak akan mempengaruhi tekad dan keinginan Iran untuk melanjutkan jalan yang mulia menuju kemajuan dan kejayaan," imbuh mereka.
Iran menyebut pembunuhan ilmuwan terkemuka mereka tidak akan melemahkan kemajuan di berbagai ranah termasuk sains dan inovasi.
 
Kedubes Iran menyayangkan pemberitaan media Barat yang menutupi tindakan 'teroris' ini dengan menyoroti program nuklir mereka. Padahal Iran sudah sepakat dalam kerangka The Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang ditandatangani pada 2015 lalu.
 
JCPOA ini sebuah kesepakan nuklir Iran dengan beberapa negara besar. Melalui JCPOA ini Iran setuju untuk memusnahkan cadangan uraniumnya.
 
"Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) berulang kali telah mengonfirmasi bahwa Iran sepenuhnya mematuhi JCPOA dan langkah-langkah dalam menanggapi penarikan sepihak AS dari JCPOA tidak berdampak pada pengawasan dan pemantauan serta verifikasi IAEA atas program nuklir damai Iran," katanya.
 
Mereka menegaskan, program nuklir damai Iran tetap tunduk pada kerangka inspeksi internasional 'paling kuat' dalam sejarah IAEA.
 
Iran memperingatkan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk membela rakyat, serta mengamankan kepentingannya. Ini dapat dilakukan sebagai respons pembunuhan ilmuwan nuklir mereka.
 
Fakhrizadeh disebut memiliki peran besar dalam berbagai proyek pengembangan teknologi Iran yang bertujuan damai. Kedubes Iran mencontohkan ia berperan dalam pengembangan uji dan vaksin korona (covid-19) pertama di Iran.
 
Hal tersebut dianggap sebagai kontribusi besar bagi upaya Iran mengekang pandemi covid-19 di negara itu.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif