Menteri Luar Negeri Retno Marsudi/Dok. Kemenlu RI.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi/Dok. Kemenlu RI.

3 Desakan Indonesia untuk Gerakan Non-Blok Terkait Israel-Palestina

Internasional Palestina israel palestina Israel indonesia-palestina gerakan non blok menlu retno lp marsudi
Marcheilla Ariesta • 22 Juni 2021 23:59
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi hadir dalam pertemuan Gerakan Non-Blok (GNB) secara virtual membahas Israel dan Palestina. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mendesak GNB mengatasi akar permasalahan kedua negara tersebut, yakni pendudukan Israel di tanah Palestina. Ada tiga desakan Indonesia terhadap GNB, atas masalah Palestina.
 
"Pertama, GNB harus mendukung peluncuran kembali negosiasi multilateral yang kredibel. Dukungan GNB untuk menghidupkan kembali proses pembicaraan damai akan menjadi penting melalui platform multilateral dengan dukungan negara-negara di kawasan," ucap Retno dalam pertemuan tersebut, Selasa, 22 Juni 2021.
 
Baca: Sampai Detik Ini Indonesia Tak Berniat Buka Hubungan dengan Israel

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Proses perdamaian seperti itu, kata Retno, harus didasari solusi dua negara yang sejalan dengan parameter yang disepakati internasional. "Kedua, GNB harus mendukung kenegaraan Palestina," tegas Retno.
 
Menurut dia, kekuatan GNB ada pada jumlah negara. Hal tersebut menjadi alasan pentingnya suara negara yang tergabung di GNB untuk Palestina.
 
Retno menyebut GNB harus satu suara untuk menghidupkan kembali komitmen mendukung kenegaraan Palestina. Ia menegaskan, GNB harus menolak narasi yang memecah belah negara Palestina.
 
Menurut Retno, salah satu cara melakukannya adalah dengan memberikan tekanan pada Israel dan mengizinkan Palestina melakukan pemilihan umum. "Pemilu yang kredibel di Palestina akan memperkuat kenegaraan Palestina sebagai kesatuan," kata dia.
 
Retno juga meminta GNB untuk mengulangi seruannya mengakui Palestina sebagai negara.
 
"Ketiga, GNB harus mampu mencegah terulangnya kekejaman di masa depan," imbuh Retno.
 
Menlu perempuan pertama Indonesia itu mengatakan GNB harus menyerukan pembentukan kehadiran internasional di Al-Quds untuk memantau dan memastikan keamanan orang-orang Palestina di wilayah pendudukan, melindungi status kompleks Al Haram Al-Sharif sebagai corpus separatum, tempat suci untuk tiga agama.
 
Ia meminta anggota GNB yang duduk di Dewan Keamanan PBB saat ini untuk menjadi kekuatan yang mendorong inisiatif tersebut.
 
Di akhir pidatonya, Retno mengingatkan kembali bahwa GNB didirikan untuk mengakhiri imperialisme dan kolonialisme.
 
"Kita berutang kepada rakyat Palestina, sebuah negara Palestina merdeka yang telah lama tertunda. Perjuangan kita masih jauh dari selesai, tapi dengan bekerja sama, suatu hari nanti, saya percaya Palestina akan merdeka," pungkas Retno.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif