Gedung Parlemen Turki yang dibom saat kudeta 2016. Foto: AFP
Gedung Parlemen Turki yang dibom saat kudeta 2016. Foto: AFP

300 Orang Dipenjara Seumur Hidup di Turki Terkait Kudeta Gagal 2016

Internasional turki kudeta turki
M Sholahadhin Azhar • 27 November 2020 06:37
Ankara: Pengadilan Turki memenjarakan lebih dari 300 mantan pilot dan tersangka seumur hidup dalam persidangan massal. Mereka dituduh terlibat dalam upaya kudeta berdarah tahun 2016 terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan.
 
Fethullah Gulen, seorang pengkhotbah Muslim yang berbasis di AS yang pernah menjadi sekutu Erdogan, dituduh memerintahkan kudeta yang gagal. Gerakannya telah dilarang sebagai kelompok teroris oleh Ankara, tetapi pria 79 tahun itu menyangkal semua tuduhan.
 
Sebanyak 251 orang tewas dan lebih dari 2.000 lainnya terluka dalam apa yang telah berubah menjadi momen menentukan pemerintahan Erdogan dan politik Turki kontemporer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Upaya kekacauan itu dengan cepat diikuti oleh tindakan keras pemerintah yang berlangsung selama bertahun-tahun dan mengakibatkan puluhan ribu penangkapan.
 
Ruang sidang terbesar di Turki dipenuhi dengan puluhan personel keamanan dan hakim ketua memerintahkan seorang terdakwa yang memprotes untuk "Duduk!" beberapa kali sebelum membaca putusan.
 
Dia menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada 27 pilot angkatan udara yang tidak puas. Para pilot itu yang mengebom ibu kota Ankara dan warga sipil serta mengatur upaya kudeta dari dalam pangkalan militer Akinci dekat ibu kota.
 
Dokumen pengadilan yang kemudian diperoleh AFP menunjukkan 337 terdakwa dijatuhi hukuman seumur hidup karena pembunuhan, melanggar perintah konstitusional dan mencoba membunuh Erdogan.
 
Sementara 60 tersangka dijatuhi hukuman penjara dengan jangka waktu yang berbeda-beda dan sementara 75 orang dibebaskan.

Keadilan ditegakkan

Keluarga korban dalam serangan kudeta itu memuji putusan yang diambil oleh hakim.
 
"Keadilan telah dijalankan," kata Ufuk Yegin, yang mewakili asosiasi keluarga korban, kepada AFP, Jumat 27 November 2020.
 
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif