Pemandangan salah satu sudut kota Riyadh. Arab Saudi. (Foto: AFP)
Pemandangan salah satu sudut kota Riyadh. Arab Saudi. (Foto: AFP)

KJRI Jeddah Imbau WNI Perhatikan Aturan Baru Saudi

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19
Arpan Rahman • 16 Mei 2020 07:51
Jeddah: Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan terbaru terkait pengetatan pergerakan orang selama musim pandemi virus korona (covid-19). Menyusul kebijakan tersebut, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) wilayah kerja Jeddah memberi peringatan kepada Warga Negara Indonesia (WNI).
 
Rangkuman ringkasan dari kebijakan itu meliputi sektor usaha tetap diperbolehkan beroperasi dari tanggal 14 – 22 Mei 2020, sesuai jam yang telah ditetapkan sebelumnya. Meski boleh beroperasi, para pekerja tetapi wajib mematuhi protokol kesehatan.
 
Warga di seluruh wilayah Saudi, kecuali penduduk kota Makkah, diizinkan keluar rumah selama 8 jam (9:00 pagi – 17:00 sore), dengan syarat menaati protokol kesehatan. Kota Makkah tetap berada dalam status karantina total (24 jam).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Larangan keluar masuk diberlakukan di seluruh wilayah (provinsi atau distrik) yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai zona merah," kata KJRI Jeddah melalui sebuah pernyataan, dikutip Medcom.id dari laman media sosial resmi, Jumat 15 Mei 2020.
 
Selain itu, terdapat pula larangan total bepergian atau melakukan perjalanan (lockdown) dari tanggal 23 — 27 Mei 2020 (30 Ramadan - 4 Syawal 1441 H.). Larangan ini berlaku di seluruh wilayah Arab Saudi.
 
"Warga diminta tetap berdisiplin terhadap aturan pembatasan sosial (social distancing), tidak berkumpul 5 orang atau lebih, sesuai peraturan yang dikeluarkan 7 Mei 2020, dan dilengkapi penjelasan mengenai jenis-jenis sanksinya," imbuh KJRI Jeddah.
 
Saudi mengenakan sanksi tegas bagi para pelanggar social distancing yang menggelar perkumpulan massa. Sanksi tersebut berupa denda yang besarannya bervariasi sebagai berikut:
 
1. Denda SAR10 ribu (Rp39 juta) untuk pelanggaran acara kumpul keluarga di dalam rumah, tempat peristirahatan atau area perkebunan, dengan mengundang pihak keluarga lain.
 
2. Denda SAR15 ribu (Rp59 juta) untuk kumpul bersama bukan acara keluarga di dalam rumah, tempat peristirahatan, area perkebunan, perkemahan, chalet, ruang terbuka di lingkungan perumahan ekspatriat (mukimin).
 
3. Denda SAR30 ribu (Rp118 juta) untuk berkumpul di resepsi pernikahan, melayat, pesta, seminar, salon, dll). 50.000 rial (kumpul bersama para pekerja bangunan di rumah mereka atau di bangunan yang tengah digarap, tempat peristirahatan dan area perkebunan.
 
4. Denda SAR5 ribu (Rp19 juta) bagi setiap pengunjung pertokoan dan para pelayannya yang berkerumun di dalam atau bagian luar tokonya melebih jumlah yang telah ditetapkan, dengan denda maksimal SAR100 ribu (Rp396 juta)
 
Besaran denda meningkat dua kali lipat jika pelanggaran di atas diulang. Tidak hanya itu, tempat usaha juga ditutup tiga bulan untuk pelanggaran berulang.
 
Untuk perusahaan swasta, usahanya akan ditutup selama 6 bulan jika mengulang pelanggaran, dan kasusnya akan dilimpahkan ke kejaksaan.
 
"Masyarakat Indonesia di Arab Saudi diharapkan maklum atas perkembangan setiap kebijakan pemerintah setempat terkait upayanya menanggulangi wabah Covid-19 dan diimbau untuk mematuhinya," ungkap KJRI Jeddah.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif