Maher Younis dibebaskan dari penjara setelah dikurung selama 40 tahun. Foto: AFP
Maher Younis dibebaskan dari penjara setelah dikurung selama 40 tahun. Foto: AFP

Warga Arab Dibebaskan Usai Dihukum 40 Tahun karena Bunuh Tentara Israel

Fajar Nugraha • 20 Januari 2023 08:04
Tepi Barat: Seorang warga Arab-Israel yang dipenjara karena membunuh seorang tentara Israel dibebaskan pada Kamis 19 Januari 2023. Dia dibebaskan setelah menjalani hukuman 40 tahun, dengan peringatan Israel tidak akan mentolerir perayaan yang mengagungkan "teror".
 
“Maher Younis dibebaskan dari Penjara Beersheba di Israel selatan tak lama setelah subuh,” kata Klub Tahanan Palestina, seperti dikutip The Times of Israel, Jumat 20 Januari 2023.
 
Younis dihukum pada 1983 atas pembunuhan tentara Israel Avraham Bromberg tahun 1980 di Dataran Tinggi Golan yang diduduki. Hukuman matinya diubah menjadi hukuman penjara 40 tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ratusan orang berkumpul di luar rumah keluarga Younis di desa Arara di Israel utara ketika pria berusia 62 tahun itu kembali ke rumah. Sementara seorang wanita muda menangis ketika dia meletakkan karangan bunga di leher Younis.
 
Perayaan berlangsung meskipun ada peringatan dari Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir bahwa polisi akan turun tangan jika bendera Palestina atau nyanyian yang mendukung Younis berlangsung.
 
"Mengibarkan bendera teror dan meneriakkan bahwa teroris adalah pahlawan adalah tindakan ilegal. Jadi polisi diinstruksikan untuk mencegahnya dan jika itu terjadi, segera bubarkan," kata Ben-Gvir pada Kamis pagi.
 
Meski tidak ada bendera Palestina yang terlihat, Younis tetap membangkang.
 
"Pihak berwenang berusaha merusak perayaan itu," kata Younis kepada wartawan. "Bendera Palestina ada di hati kami dan tanah air ada di pikiran kami. Itu hanya masalah penampilan,” tegasnya.
 
Younis adalah anggota minoritas Arab Israel, banyak di antaranya diidentifikasi sebagai warga Palestina.
 
"Setelah 40 tahun ditahan, kesehatannya baik dan sarafnya kuat," kata saudaranya, Nader Younis.
 
Pembebasannya terjadi dua minggu setelah sepupunya Karim Younis dibebaskan setelah menjalani hukuman penjara yang sama untuk pelanggaran yang sama.
 
Ketika Karim dibebaskan, dia mengatakan "bangga" atas tindakannya, dan disambut oleh ratusan pendukung yang merayakan sambil mengibarkan bendera Palestina.
 
Adegan tersebut memicu reaksi balik di Israel, dan beberapa pejabat tinggi Palestina dari partai Fatah Mahmud Abbas dicabut izin masuknya ke Israel setelah menghadiri perayaan tersebut, yang memicu krisis diplomatik.
 
Kantor Ben-Gvir mengatakan, menteri telah "menginstruksikan polisi untuk bertindak tegas dan dengan tekad melawan fenomena teror dan dukungan untuk teror yang kita lihat minggu lalu" selama kepulangan Karim.
 

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif