Serangan udara Israel di Jalur Gaza yang menargetkan fasilitas militer Hamas. Foto: Anadolu Agency.
Serangan udara Israel di Jalur Gaza yang menargetkan fasilitas militer Hamas. Foto: Anadolu Agency.

Israel Bombardir Jalur Gaza 8 Hari Nonstop

Internasional israel palestina
Marcheilla Ariesta • 19 Agustus 2020 21:00
Gaza: Pesawat-pesawat tempur Israel telah membombardir Jalur Gaza selama delapan hari berturut-turut. Serangan udara ini diklaim untuk membalas serangan balon api yang membakar permukiman Israel.
 
Militer Israel menuding warga Palestina didukung Hamas menembakkan roket ke selatan negaranya.
 
Dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 19 Agustus 2020, serangan terbaru terjadi ketika Israel memperingatkan Hamas untuk tidak memancing 'perang' dan menghentikan peluncuran balon pembakar melintasi perbatasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, sumber keamanan Hamas mengatakan pesawat tempur dan pesawat tanpa awak (drone) Israel menyerang beberapa fasilitas milik Brigade Qassam, sayap gerakan bersenjata itu.
 
"Serangan udara dan artileri tentara Israel menyebabkan kerusakan parah pada pos keamanan dan melukai beberapa orang," kata sumber tersebut.
 
Namun, dia menambahkan, tidak ada korban meninggal.
 
Dalam pernyataan yang dirilis militer Israel mengatakan kendaraan tempur mereka menyerang sasaran militer Hamas saja.
 
"Jet tempur dan pesawat (lainnya) menyerang sasaran militer tambahan milik Hamas di Jalur Gaza," kata mereka.
 
Merek menjelaskan jika ada roket yang ditembakkan pada malam hari dan balon beserta alat peledak diluncurkan dari Jalur Gaza pada siang harinya.
 
"Selama pemogokan, sebuah kompleks militer milik salah satu kelompok khusus organisasi teror Hamas diserang," imbuh militer Israel.
 
Sementara itu, pejabat keamanan Mesir bolak-balik meminta agar kedua pihak mengakhiri gejolak ini. Sedangkan Presiden Israel Reuven Rivlin mengeluarkan peringatan kepada Hamas selama kunjungan ke petugas pemadam kebakaran daerah itu.
 
Petugas pemadam kebakaran dipanggil untuk mengatasi 40 kebaran yang disebabkan balon api Hamas.
 
"Terorisme dengan menggunakan layangan dan balon api adalah aksi teror seperti lainnya. Hamas harus tahu bahwa ini bukan permainan," katanya.
 
"Waktunya akan tiba ketika mereka harus memutuskan. Jika mereka inginkan perang, mereka akan berperang," pungkas dia.
 
Israel dan Hamas telah berperang sebanyak tiga kali sejak 2008.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif