Pemerintah Arab Saudi berlakukan jam malam untuk cegah penyebaran virus korona. Foto: AFP
Pemerintah Arab Saudi berlakukan jam malam untuk cegah penyebaran virus korona. Foto: AFP

Arab Saudi Tambah Jam Malam, KJRI Jeddah Peringatkan WNI

Internasional Virus Korona arab saudi Coronavirus virus corona
Arpan Rahman • 26 Maret 2020 14:43
Jeddah: Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi, mengumumkan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah kerjanya mengenai penambahan jam larangan keluar rumah dan bepergian ke kota lain.
 
Ini sejalan dengan langkah Pemerintah Arab Saudi dalam upaya menanggulangi penyebaran virus korona covid-19 yang telah menerbitkan peraturan mengenai larangan bepergian ke luar kota.
 
"Penduduk, warga Saudi, dan ekspatriat (mikimin), di seluruh wilayah Arab Saudi (13 provinsi) dilarang melakukan perjalanan lintas provinsi atau bepergian ke provinsi lain," kata pihak KJRI Jeddah di laman media sosial resmi, disitat Medcom.id, Kamis 26 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khusus penduduk Kota Mekkah, Madinah, dan Riyadh, dilarang melakukan perjalanan keluar-masuk melintasi semua pintu perbatasan yang menjadi akses masuk dan keluar dari tiga kota tersebut.
 
Diketahui, Pemerintah Arab Saudi menambah jam malam (larangan keluar rumah), yaitu pukul 15:00 sore sampai dengan pukul 6:00 (pagi), khusus bagi penduduk kota Mekkah, Madinah, dan Riyadh, baik warga Saudi maupun ekspatriat. Peraturan ini berlaku mulai Kamis, 26 Maret 2020.
 
"Agar seluruh warga menaati peraturan ini, otoritas berwenang akan memperketat pemeriksaan di semua pintu/akses masuk-keluar, khususnya kota Mekkah, Madinah, dan Riyadh serta pintu perlintasan antarprovinsi," urai pihak KJRI Jeddah.
 
Sanksi tegas akan dikenakan bagi pelanggar berupa denda 10.000 riyal bagi siapa saja yang melanggar ketentuan jam malam (larangan keluar rumah) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi.
 
Selain mereka bisa dijatuhi lima tahun penjara dan denda senilai 3 juta riyal bagi siapa saja yang mengambil foto atau merekam kejadian/peristiwa pelanggaran terhadap peraturan jam malam, kemudian mengunggah dan menyebarkannya melalui media sosial.
 
"Sanksi serupa juga dijatuhkan kepada siapa saja yang mengunggah gambar (foto dan video) yang bernada mengolok-olok upaya penegakan hukum, menghasut, memancing, memprovokasi, mengajak, dan mendorong seseorang untuk melanggar ketentuan atau peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah," kata pihak KJRI Jeddah.
 
Otoritas konsulat Indonesia tersebut mengimbau seluruh WNI di wilayah kerja KJRI Jeddah untuk mematuhi semua ketentuan di atas demi keamanan dan keselamatan bersama.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif