Pasukan Prancis bersiaga di kawasan Gourma, Mali. (AFP/DAPHNE BENOIT)
Pasukan Prancis bersiaga di kawasan Gourma, Mali. (AFP/DAPHNE BENOIT)

Operasi Gabungan Prancis dan Mali Tewaskan 100 Ekstremis

Internasional terorisme al qaeda isis prancis konflik mali ekstremisme
Willy Haryono • 27 Januari 2021 20:04
Bamako: Sebanyak 100 ekstremis tewas dalam operasi gabungan pasukan Prancis dan Mali sepanjang Januari ini. Kabar disampaikan militer Mali dalam sebuah pernyataan resmi pada Selasa, 26 Januari.
 
"Kami berhasil menetralisir 100 teroris, menangkap 20 ekstremis, dan menyita sejumlah sepeda motor serta berbagai material perang," ucap militer Mali, dikutip dari laman Euronews pada Rabu, 27 Januari 2021.
 
Operasi gabungan pasukan Prancis dan Mali ini dinamakan Operation Eclipse, yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 20 Januari. Upaya gabungan ini merupakan bagian dari Operation Barkhane yang telah dimulai beberapa tahun lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pekan kemarin, Prancis melaporkan bahwa sekitar 20 ekstremis telah dibunuh di Sahel, sebuah area di Afrika yang meliputi perbatasan Mali, Burkina Faso, dan Niger.
 
Di Mali, tujuan dari Operation Eclipse adalah "mendorong keluar musuh dari zona perlindungannya" di sektor Douentza-Hombori-Boulkessi. Sektor tersebut diketahui sebagai basis operasi JNIM, sebuah grup terafiliasi al-Qaeda.
 
Beberapa grup lainnya terkait Islamic State (ISIS) juga beroperasi di Sahel, termasuk sektor Douentza-Hombori-Boulkessi.
 
Saat ini Prancis memiliki sekitar 5.100 personel militer di Sahel. Ribuan tentara ini berperang bersama pasukan G5 Sahel, yang terdiri dari militer Mauritania, Mali, Chad, Burkina Faso, dan Niger. Operasi gabungan ini sudah dilakukan sejak 2013.
 
Akhir Desember lalu, tiga prajurit Prancis tewas dalam sebuah ledakan bom rakitan di dekat Hombori. Serangan tersebut diklaim oleh grup bernama GSIM.
 
Baca:  Ledakan Bom Tewaskan Tiga Prajurit Prancis
 
Sementara pada akhir pekan kemarin, enam prajurit Mali tewas dalam serangan beruntun pada malam hari terhadap dua kamp militer di kawasan sekitar Boulkessy dan Mondoro.
 
Konferensi tingkat tinggi antara Prancis dan petinggi Sahel dijadwalkan berlangsung di Chad pada Februari mendatang. Satu tahun sebelumnya, KTT serupa di Pau menghasilkan kesepakatan dalam meningkatkan operasi di Sahel.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif