Ratusan Pasien RS di Inggris Tewas Akibat Malapraktik

Marcheilla Ariesta 22 Juni 2018 08:00 WIB
malapraktik
Ratusan Pasien RS di Inggris Tewas Akibat Malapraktik
Ilustrasi. Medcom.id/Rakhmat Riyandi
London: Lebih dari 450 pasien tewas karena malapraktik yang dilakukan dokter di sebuah rumah sakit pemerintah Inggris. Akibatnya, kerabat para pasien tewas menuntut dosen tersebut.

"Ada pengabaian jiwa manusia dan budaya memperpendek nyawa manusia. Kebijakan rumah sakit dilakukan tanpa pembenaran medis," kata para penuntut dalam sebuah laporan independen, dikutip dari CNN, Jumat 22 Juni 2018.

Salah seorang pasien, Elsie Devine, diduga meninggal karena kelebihan dosis. Devine dirawat di Gosport War Hospital karena infeksi saluran urin.


"Obat bisa membunuh Anda dan siapapun, ibu saya tidak memiliki kesempatan bertahan hidup," ungkap Ann Reeves.

Jane Barton, dokter sekaligus asisten klinik yang mengunjungi bangsal setiap hari, adalah orang yang bertanggung jawab atas kebijakan ini. Selama 11 tahun, dari 1989 hingga 2000, setidaknya 456 orang meninggal dunia setelah diberi diamorphine, heroin sintetis, sebagai penawar rasa sakit.

Selain itu, sekitar 200 pasien juga diduga meninggal lebih dini karena obat-obatan yang diberikan perawat di bangsal, di bawah arahan Barton.

Barton dinyatakan bersalah atas "kesalahan profesional serius" dan dikecam atas kegagalan merawat 12 pasien antara 1996 hingga 1999. Namun, dia tak pernah didakwa, berkeras dirinya selalu memprioritaskan kepentingan pasiennya.



(AGA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id