Inggris Sebut Rusia Lebih Berbahaya dari ISIS
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: AFP)
London: Rusia kini "jauh lebih mengancam" keamanan nasional Inggris ketimbang kelompok militan Islamic State (ISIS). Demikian disampaikan kepala militer Inggris Jenderal Mark Carleton-Smith dalam wawancara dengan Daily Telegraph.

Ia menyebut warga Inggris seharusnya "tidak boleh mengabaikan berbagai ancaman dari Rusia." 

"Rusia berusaha mengeksploitasi kelemahan apapun yang dapat mereka deteksi," ujar Carleton-Smith, seperti dikutip dari kantor berita BBC, Sabtu 14 November 2018.


Maret lalu, mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan anak perempuannya, Yulia, diserang dengan racun syaraf Novichok di Salisbury. Inggris menuduh Rusia berada di balik serangan tersebut. Keduanya selamat.

Moskow membantah segala keterlibatan dalam kasus Skripal. Rusia juga membantah beragai tuduhan lain, termasuk serangan di dunia maya terhadap Partai Demokrat Amerika Serikat dan jaringan televisi di Inggris.

Dalam wawancara perdana sejak ditunjuk menjadi Kepala Militer Inggris pada Juni, Jenderal Carleton-Smith menegaskan Rusia "tidak diragukan lagi adalah ancaman yang lebih besar ketimbang grup teroris seperti al-Qaeda dan ISIS."

"Kita tidak tenang-tenang saja menghadapi ancaman ini, atau membiarkannya begitu saja," lanjut dia.

Terkait kasus Skripal, Presiden Rusia Vladimir Putin membantah tuduhan Inggris bahwa dua tersangka penyerang Skripal adalah agen intelijen GRU.

Selama ini, Rusia menuduh Inggris mengalami "Russophobia," atau istilah bagi rasa takut terhadap segala sesuatu yang datang dari Negeri Beruang Merah. Rusia menuding Inggris menggiring masyarakat internasional dan warganya sendiri untuk takut terhadap Moskow.




(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id