Presiden Ukraina Peringatkan Perang Skala Penuh dengan Rusia

Fajar Nugraha 28 November 2018 11:05 WIB
ukrainarusiaRusia-Ukraina
Presiden Ukraina Peringatkan Perang Skala Penuh dengan Rusia
Kapal perang Rusia yang mengejar kapal milik Ukraina di Selat Kerch. (Foto: FSB/Sputnik).
Kiev: Presiden Ukraina Petro Poroshenko memperingatkan akan ancaman perang skala penuh dengan Rusia, usai insiden penahanan tiga kapal perang Ukraina.

Menurut Poroshenko, Rusia meningkatkan kehadiran miltier mereka di perbatasan yang mereka bagi bersama di Krimea. Krisis ini juga membuahkan ancaman rusaknya hubungan diplomatik Rusia dan Amerika Serikat (AS), setelah Presiden Donald Trump memperingatkan kemungkinan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Baca juga: Rusia Tuduh Ukraina Lakukan Manuver Berbahaya di Krimea.


Trump dijadwalkan bertemu Putin dalam pertemuan G20 di Buenos Aires, Argentina pekan ini. Tetapi kepada The Washington Post Trump mengatakan bahwa pertemuan ini tergantung pada hasil laporan insiden Rusia dan Ukraina yang dilakukan oleh penasihat keamanannya.

Di Ukraina, Poroshenko memperingatkan bentrokan di laut bisa memicu terjadinya perkembangan drastis, dalam ketegangan militer Ukraina-Rusia.

“Saya tidak ingin memperingatkan semua pihak ini sebagai sebuah permainan dan menyenangkan. Ukraina saat ini dalam ancaman perang skala penuh dengan Rusia,” ujar Poroshenko kepada media setempat, yang dikutip AFP, Rabu, 28 November 2018.

“Jumlah unit militer yang dikerahkan Rusia di sepanjang perbatasan Rusia dan Ukraina meningkat secara dramatis. Sementara jumlah tank Rusia bertambah hingga tiga kali lipat,” jelas Poroshenko.

Minggu 25 November, Rusia menaiki dan menyita tiga kapal AL Ukraina di Selat Kirch yang berada di perairan Krimea. Krimea adalah wilayah yang telah dianeksasi Rusia dari Ukraina beberapa tahun lalu.

Dalam insiden tersebut, Rusia sempat beberapa kali menembaki tiga kapal Ukraina. Moskow menuduh Kiev memasuki wilayah perairan secara ilegal.

Baca juga: Ukraina Desak Rusia Pulangkan Kru Tiga Kapal.

Ukraina merespons dan mendesak agar ketiga kapal beserta semua kru dikembalikan ke Kiev. Ukraina juga meminta semua negara mitra untuk merespons Rusia, salah satunya dengan cara menjatuhkan atau meningkatkan sanksi.

Pada Selasa 27 November, pengadilan Simferopol, Krimea, memerintahkan 12 dari pelaut Ukraina ditahan sebelum disidangkan. Penahanan itu dilakukan selama dua bulan. Sementara tiga pelaut yang dirawat di rumah sakit juga secara formal ditahan selama dua bulan. Sisanya akan disidang pada Rabu waktu setempat.


Langkah ini diyakini akan menambah ketegangan antara Rusia dan Ukraina. Rusia berulangkali menuduh pelaut Ukraina yang bersalah karena melanggar batas perairan Rusia dan mengabaikan peringatan dari kapal penjaga perbatasan. Ukraina pun menuntut agar pelautnya segera dibebaskan.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id