Sebuah pesawat hendak mendarat di sebuah bandara di Frankfurt, Jerman, 19 Februari 2019. (Foto: AFP/dpa/SILAS STEIN)
Sebuah pesawat hendak mendarat di sebuah bandara di Frankfurt, Jerman, 19 Februari 2019. (Foto: AFP/dpa/SILAS STEIN)

Salah Satu Wanita Terkaya di Rusia Tewas dalam Kecelakaan

Internasional kecelakaan pesawat rusia
Willy Haryono • 01 April 2019 08:44
Frankfurt: Salah satu wanita terkaya di Rusia tewas saat pesawat pribadi yang ditumpanginya jatuh di Jerman. Natalia Fileva juga merupakan salah satu pemilik maskapai kedua terbesar di Rusia.
 
Maskapai S7 atau dikenal juga dengan Siberia Airlines melaporkan bahwa Fileva tewas saat pesawatnya gagal mendarat di bandara Egelsbach di dekat Frankfurt.
 
"Grup S7 menyampaikan ungkapan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan pihak-pihak lain yang ikut terkena dampak kecelakaan ini," ujar perusahaan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti dilansir dari laman BBC, Senin 1 April 2019, pilot dan seorang penumpang lainnya juga tewas dalam kecelakaan tersebut. Penyebab pasti kecelakaan belum diketahui.
 
Menurut data di situs Flightradar24, pesawat pribadi Fileva itu terbang dari Cannes di Prancis. Pesawat menghilang dari radar pada Minggu 31 Maret, pukul 13.22 GMT.
 
S7 menyebut Rusia dan otoritas internasional akan menyelidiki kecelakaan tersebut. Berdasarkan majalah Forbes, Fileva -- wanita berusia 55 tahun -- memiliki kekayaan dengan nilai mencapai USD600 juta atau setara Rp8,5 triliun.
 
Sementara itu dua orang tewas saat sebuah mobil polisi yang bertolak menuju lokasi kecelakaan pesawat Fileva bertabrakan dengan kendaraan lain di dekat bandara. Menurut laporan kantor berita DPA, tiga polisi di dalam mobil patroli mengalami luka parah.
 
Siberia Airlines adalah kompetitor utama Aeroflot di Rusia. S7 memiliki 96 pesawat yang terbang ke 181 kota di 26 negara.
 
Februari tahun lalu, pesawat jet Rusia berpenumpang 71 orang jatuh setelah lepas landas dari Bandara Internasional Domodedovo di Moskow. Pesawat Saratov Airlines itu hilang beberapa menit setelah lepas landas dan jatuh di dekat desa Argunovo atau sekitar 80 Kilometer (Km) tenggara Moskow.
 
Pesawat An-148 itu sedang dalam perjalanan ke kota Orsk di Ural, dekat perbatasan dengan Kazakhstan.
 
Berdasarkan situs pelacak penerbangan, Flightradar 24, pesawat turun 1.000 meter (3.300 kaki) per menit atau 60 Km per jam setelah lepas landas.
 
Baca:Pesawat Rusia Mendarat Darurat usai Upaya Pembajakan
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif