Kasus Eks Mata-Mata Rusia, Inggris Kerahkan Militer

Willy Haryono 10 Maret 2018 12:34 WIB
inggrisrusia
Kasus Eks Mata-Mata Rusia, Inggris Kerahkan Militer
Eks mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia. (Foto: EPA/ YULIA SKRIPAL/FACEBOOK)
Salisbury: Sekitar 180 personel militer Inggris dikerahkan ke Salisbury untuk membantu investigasi kasus percobaan pembunuhan terhadap eks mata-mata Rusia dan anak perempuannya. 

Para personel tersebut -- gabungan dari Angkatan Darat, Laut dan RAF -- adalah ahli di bidang bahan kimia berbahaya dan dekontaminasi. 

Sergei Skripal dan anaknya, Yulia, masih dalam kondisi kritis usai terkena semacam gas syaraf dalam sebuah serangan pada 4 Maret. Keduanya ditemukan tak sadarkan diri di sebuah bangku pusat perbelanjaan di Salisbury.


Seperti dikutip BBC, Menteri Dalam Negeri Inggris Amber Rudd berencana memimpin pertemuan darurat mengenai kasus ini pada Sabtu 10 Maret 2018. 

Amber menyebut serangan terhadap ayah dan anak itu sebagai sesuatu yang "keterlaluan."

Mereka yang dikirim ke Salisbury termasuk instruktur dari Defence Chemical Biological Radiological and Nuclear Centre dan 29 Explosive Ordnance Group yang ahli dalam urusan bahan kimia serta bom. 

Delapan kendaraan militer juga telah dikirim ke Salisbury.

Sementara itu, 21 orang mendapatkan perawatan medis, diduga ikut terpapar racun saat menangani kasus Skripal di Salisbury. Di antara mereka yang dirawat, terdapat polisi, ahli forensik dan analis kimia.

Pada 2006, Skripal divonis 13 tahun penjara di Rusia atas tuduhan mengkhianati intelijen Rusia dengan menjadi agen tim mata-mata Inggris, MI6, sejak 1990-an. Rusia menuding Skripal menerima US$100 ribu untuk tiap informasi yang diberikan.

Baca: 21 Orang Terpapar Racun Saat Tangani Kasus Eks Mata-mata Rusia



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id