Dirikan Kamp Ilegal di Prancis, Dua Warga Jerman Dituntut

Arpan Rahman 12 Agustus 2018 19:32 WIB
jermanprancis
Dirikan Kamp Ilegal di Prancis, Dua Warga Jerman Dituntut
Tenda-tenda di kamp ilegal di Saint-Julien-de-Peyrolas, Prancis, hancur diterjang banjir bandang. (Foto: AFP/Getty)
Nimes: Dua warga Jerman diseret ke jalur hukum karena mengelola kamp ilegal di Prancis selatan. Kamp tersebut hancur tersapu banjir bandang pada Kamis kemarin, yang memicu evakuasi darurat 119 anak dari lokasi tersebut.

Kedua pria itu, yang belum disebutkan namanya, dikenai dakwaan awal mengenai membahayakan keselamatan orang dan mendirikan kamp tanpa izin. Dakwaan disampaikan Eric Maurel, jaksa dari wilayah Nimes.

Dilansir dari kantor berita Guardian, Minggu 12 Agustus 2018, surat kabar Le Monde mengidentifikasi keduanya sebagai presiden dan wakil presiden Jugendforderung Saint-Antonius, kelompok pemilik lahan tempat kamp itu berdiri di desa Saint-Julien-de-Peyrolas, provinsi Gard.


Saat kamp tersebut tersapu banjir bandang, 119 anak-anak dievakuasi. Sejumlah korban mengalami luka ringan dan dibawa ke rumah sakit.

Diawasi yudisial Prancis, kedua pria itu dilarang mengunjungi Gard, kecuali jika dipanggil otoritas pengadilan atau bertemu pengacara mereka. Mereka diberi waktu 15 hari untuk memindahkan barang-barang mereka dari kamp ilegal tersebut.

Sementara itu, tim penyelamat masih mencari seorang warga Jerman yang dilaporkan hilang di kamp. Mobilnya dilaporkan hanyut saat banjir bandang menerjang. 

Anak-anak yang dipindahkan dari kamp itu merupakan bagian dari 1.600 orang yang dievakuasi dari tiga wilayah rentan dilanda banjir bandang.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id