Paus Fransiskus Khawatirkan Kekerasan di Gaza
Paus Fransiskus khawatirkan kekerasan di Gaza (Foto: AFP).
Vatikan City: Paus Fransiskus menyuarakan kekhawatirannya atas rangkaian kekerasan yang terjadi di Timur Tengah, terutama di Gaza.
 
Kekerasan ini dipicu pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hal ini memicu protes warga Palestina di Gaza, yang berujung oleh penembakan prajurit Israel dan menewaskan 60 warga Palestina.
 
"Saya sangat khawatir dengan ekskalasi ketegangan di kota suci (Yerusalem) dan Timur Tengah. Rangkaian kekerasan makin membuat kita menjauhi jalan perdamaian, dialog dan negosiasi," ujar Paus Fransiskus saat audiensi di Basilika Santo Petrus, seperti dikutip AFP, Rabu 16 Mei 2018.
 
"Turut berbelangsungkawa kepada korban tewas dan terluka," ujarnya.
 
"Penggunaan kekerasan tidak akan berakhir pada perdamaian. Perang memicu perang lain dan kekerasan memicu kekerasan," tegas Paus.
 
Senin 14 Mei 2018 warga Palestina di Gaza memenuhi Perbatasan Gaza dan Israel. Mereka menuntut agar AS batalkan pemindahan kedubesnya ke Yerusalem.
 
Warga kemudian berupaya menembus tembok pembatas yang dibalas dengan lesakan tembakan dari pasukan Israel. Akibatnya 60 orang tewas dan lebih dari 2.000 lainnya terluka.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id