Donald Trump (kiri) dan Barack Obama saat bertemu pada November 2016. (Foto: AFP)
Donald Trump (kiri) dan Barack Obama saat bertemu pada November 2016. (Foto: AFP)

Bocoran Memo: Trump Tinggalkan Perjanjian Nuklir untuk 'Lukai' Obama

Internasional inggris
Arpan Rahman • 14 Juli 2019 10:54
Washington: Bocoran memo dari mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat Sir Kim Darroch kembali muncul ke publik. Kali ini, memo menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump menarik AS dari perjanjian nuklir Iran 2015 hanya untuk melukai Barack Obama.
 
Perjanjian nuklir 2015, bertajuk Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), disepakati Iran dan sejumlah negara besar lainnya. JCPOA disepakati saat AS berada di bawah kepemimpinan Obama.
 
Menurut artikel terbaru The Daily Mail, Minggu 14 Juli 2019, Darroch menyebut langkah AS menarik diri dari perjanjian nuklir Iran sebagai "vandalisme diplomatik." Disebutkan bahwa memo itu ditulis Darroch setelah Menteri Luar Negeri Inggris kala itu, Boris Johnson, mendorong AS untuk tetap berada di JCPOA pada 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di bawah perjanjian JCPOA, Iran sepakat membatasi aktivitas nuklir. Sebagai gantinya, sejumlah sanksi ekonomi terhadap Iran diringankan atau dicabut.
 
Namun, Trump menilai perjanjian tersebut terlalu menguntungkan Iran. Ia pun memutuskan menarik AS, dan kembali menjatuhkan rangkaian sanksi ekonomi kepada Teheran.
 
Masih dari laporan Daily Mail, saat Johnson pulang ke Inggris dari AS pada 2018, Darroch menuliskan bahwa Trump kelihatannya mundur dari JCPOA atas "alasan personal" karena perjanjian itu disepakati di era Obama.
 
Darroch juga menyoroti adanya perpecahan di internal pemerintahan AS usai Trump menarik diri dari JCPOA. Ia menyebut Gedung Putih tidak memiliki strategi "harian" mengenai apa yang harus dilakukan usai mundur dari perjanjian nuklir Iran.
 
"Terkait substansi masalah (JCPOA), pemerintahan (Trump) melakukan vandalisme diplomatik, kelihatannya atas alasan ideologi dan personal -- karena itu adalah perjanjiannya Obama," tulis Darroch kepada Johnson tahun lalu.
 
Sejumlah bocoran memo Darroch sebelumnya telah muncul ke publik pekan lalu. Salah satu memo itu menyebutkan Trump sebagai sosok presiden yang tidak kompeten.
 
Darroch memutuskan mundur dalam kekisruhan terkait bocoran memo ini. Sementara Kepolisian Metropolitan Inggris telah meluncurkan investigasi kriminal mengenai seluk beluk bocornya rangkaian memo.
 
Asisten Komisioner Kepolisian Metropolitan Inggris atau Scotland Yard's, Neil Basu, mengatakan bahwa masyarakat memperlihatkan ketertarikan mereka dalam menyeret siapapun yang bertanggung jawab atas bocoran memo tersebut ke hadapan hukum.
 
Baca:Ribut dengan Trump, Dubes Inggris Putuskan Mundur
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif