Polisi Tahan Pelaku Penikaman di Paris
Penyerangan di Paris, Prancis. (Foto: AFP).
Paris: Polisi Prancis menahan seorang pria yang merupakan pelaku penikaman tujuh orang dalam serangan di Kota Paris, Prancis. Polisi mengatakan aksi penyerangan tersebut tidak terkait terorisme.

Polisi mengatakan pelaku berasal dari Afghanistan. Dia menikam para turis dan orang-orang yang lewat di sepanjang Bassin de la Villette, sebuah area kanal terbuka populer di timur laut Paris.

Di antara korban yang ditikam, terdapat dua turis Inggris. Para korban berada di rumah sakit dengan luka parah, beruntung tidak dianggap mengancam jiwa.


"Seseorang dengan tongkat kayu menghantamnya di lutut dan dia jatuh ke tanah. Banyak orang datang, ada yang mengatakan bunuh dia," kata Thierry, salah seorang saksi mata, dilansir dari laman The Sydney Morning Herald, Senin 10 September 2018.

Polisi dan petugas ambulans tiba di lokasi kejadian tak lama setelah insiden tersebut dan membawa pria itu ke tahanan. Motif pelaku masih belum jelas, namun pengadilan memastikan bukan aksi terorisme.

"Polisi tidak menemukan indikasi awal bahwa serangan terkait terorisme. Namun, kantor kejaksaan anti-terorisme mengikuti bagaimana penyelidikan berlangsung," imbuh sumber tersebut.

Setidaknya tujuh orang terluka akibat serangan seorang pria bersenjata di Prancis. Pria tersebut menyerang dengan menggunakan pisau dan batang besi.

Insiden tersebut terjadi tepat pukul 23.00 malam hari waktu setempat, di tepi kanal timur laut Paris.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id