PBB Serukan Pencabutan Imunitas Pejabat Arab Saudi
Komisaris Tinggi Dewan HAM PBB Michelle Bachelet di Jenewa, 10 September 2018. (Foto: AFP/FABRICE COFFRINI)
Jenewa: Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan pencabutan imunitas beberapa pejabat yang mungkin terlibat dalam kasus hilangnya Jamal Khashoggi, seorang jurnalis asal Arab Saudi. Khashoggi dinyatakan hilang usai memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober.

"Menimbang keseriusan situasi seputar hilangnya (Jamal) Khashoggi, saya meyakini imunitas sejumlah pejabat yang diatur dalam Konvensi Wina 1963 harus dicabut secepatnya," ujar Komisaris Tinggi Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Michelle Bachelet, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Selasa 16 Oktober 2018.

Tim gabungan Turki dan Arab Saudi telah bersama-sama menggeledah gedung konsulat di Istanbul. Tim Turki masuk sekitar satu jam usai rombongan Arab Saudi.


Koresponden AFP melihat tim Turki membawa sejumlah sampel, termasuk tanah dari area taman konsulat. Turki menduga Khashoggi telah dibunuh di konsulat, sementara Arab Saudi membantahnya.


Infografis kasus Jamal Khashoggi. (Foto: AFP)

Bachelet menekankan bahwa "di bawah hukum internasional, penghilangan paksa (seseorang) atau pembunuhan di luar jalur hukum adalah kejahatan yang sangat serius, sehingga hak imunitas seharusnya tidak digunakan untuk mengganggu jalannya investigasi."

Juru bicara Bachelet, Rupert Colville, mengatakan kepada AFP bahwa sang komisaris telah menghubungi pihak Arab Saudi untuk mendiskusikan kasus Khashoggi.

"Karena ada bukti kuat bahwa Khashoggi masuk ke konsulat dan tidak pernah terlihat lagi, maka otoritas Arab Saudi harus mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi," tegas Bachelet.

Sejumlah media AS memunculkan laporan yang belum terkonfirmasi bahwa Arab Saudi sedang mempertimbangkan akan mengakui Khashoggi telah tewas dalam sesi interogasi yang tidak berjalan sesuai rencana.

Baca: Arab Saudi Dikabarkan Siap Akui Pembunuhan Jurnalis



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id