Volodymyr Zelenskiy resmi dilantik menjadi Presiden Ukraina pada 20 Mei 2019. (Foto: AFP / Genya SAVILOV)
Volodymyr Zelenskiy resmi dilantik menjadi Presiden Ukraina pada 20 Mei 2019. (Foto: AFP / Genya SAVILOV)

Telepon Merkel, Presiden Ukraina Bicarakan Separatis Pro-Rusia

Internasional ukraina
Willy Haryono • 25 Mei 2019 20:26
Kiev: Presiden baru Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel via telepon pada Jumat 24 Mei 2019. Keduanya membicarakan berbagai hal, terutama mengenai wilayah Donbass di Ukraina timur yang dikuasai kelompok separatis pro-Rusia.
 
"Kedua pemimpin mendiskusikan langkah-langkah awal dalam konteksi mendukung dialog politik aktif di level tertinggi," ujar pernyataan resmi dari kantor kepresidenan Ukraina, dikutip dari laman Tass.
 
"Penekanan khusus didiskusikan kedua pemimpin mengenai perkembangan terkini di Donbass. Keduanya sepakat untuk melipatgandakan upaya untuk mengembalikan perdamaian di Donbass," sambungnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah Merkel, Zelenskiy dijadwalkan menghubungi Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam waktu dekat.
 
Pada Selasa 21 Mei, Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan telah mendiskusikan situasi di Ukraina dengan Merkel dan juga Macron via telepon. Putin menghubungi keduanya setelah Zelenskiy dilantik menjadi presiden.
 
Zelenskiy resmi dilantik menjadi presiden baru Ukraina di gedung parlemen di Kiev pada Senin 20 Mei. Meski telah menjadi presiden, ia ingin tetap dipandang sebagai sosok membumi, atau biasa dikenal dengan istilah down-to-earth.
 
"Saya tidak mau foto saya dipajang di ruangan kantor kalian semua," ujar Zelenskiy kepada para anggota parlemen.
 
"Pajang saja foto anak-anak kalian di sana. Sebelum mengambil keputusan apapun, lihat foto mereka," lanjut dia.
 
Sebagai presiden, langkah pertama yang dilakukan Zelenskiy adalah menyerukan pemilihan umum parlemen lebih awal yang semua dijadwalkan pada Oktober mendatang.
 
Sementara prioritas utamanya adalah mengakhiri perang dengan separatis pro-Rusia di wilayah timur. Perang antara Ukraina dengan separatis pro-Rusia telah berjalan selama lima tahun.
 
Baca:Presiden Ukraina Tidak Mau Fotonya Dipajang di Parlemen
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif