Siswa Ukraina harus belajar dalam bahasa Rusia (Foto: AFP).
Siswa Ukraina harus belajar dalam bahasa Rusia (Foto: AFP).

Anak-anak Ukraina Bersekolah di Tengah Pemberontakan

Internasional krisis ukraina
Arpan Rahman • 29 Oktober 2016 15:07
medcom.id, Kiev: Valeriya Turbay berkata dia lupa bagaimana berbicara bahasa resmi Ukraina saat belajar di sekolah dalam benteng pemberontak pro-Rusia. Di sekolah itu, dia menerima pelajaran lebih sedikit setelah dua tahun peperangan dan serangan yang diperintahkan Kremlin.
Bahasa Ukraina merupakan bahasa pengantar utama di sekolah-sekolah di seluruh negeri itu, yang sebagian besar dikendalikan oleh pihak Kiev pro-Barat sejak penggulingan bersejarah Februari 2014 atas rezim yang didukung Rusia.
Namun di kawasan Ukraina timur yang dikuasai pemberontak -- kebanyakan orang menguasai dua bahasa, tapi biasanya mereka berbicara bahasa Rusia -- berbagai sekolah kini hanya mengajarkan bahasa Ukraina dan pelajaran sastra sekali sepekan.
"Hanya sedikit bahasa Ukraina yang bisa diucapkan, saya benar-benar mulai melupakannya," kata Turbay, 16 tahun seperti dilansir AFP, Sabtu (29/10/2016).
Sekolah-sekolah di wilayah tersebut mengajarkan dua sampai lima jam seminggu tentang bahasa Ukraina. Sekarang, jumlah mereka sudah dua kali lipat dalam kelas bahasa dan sastra Rusia sejak pemberontakan dimulai pada April 2014.
Patriotisme Ukraina digilas di kawasan timur, sementara bahasa Rusia dan ideologi separatis menjadi norma dalam ruang kelas penuh anak-anak yang terjebak dalam konflik geopolitik.
"Beberapa perubahan serius terjadi di daerah kami. Dan kami telah melihat bahwa bahasa dan sastra Ukraina menjadi semacam korban politik," kata siswa SMA Donetsk, Andrei Trubetsky, kepada AFP.
Trubetsky datang ke sekolah mengenakan seragam loreng yang sama seperti seragam tempur pemberontak punya ayahnya. Ia mengaku bangga dengan perubahn ke arah bahasa Rusia di kelasnya.
"Kami telah dibantu oleh Rusia. Mereka mengirimkan beberapa buku sekolah yang sangat baik," kata Trubetsky.
Sejarah Donbass
Moskow disikat dari Kiev dan sekutu Barat mendukung dana bagi para pemberontak dalam konflik, yang telah menewaskan hampir 10.000 korban sejak pecah lebih dari dua tahun silam menyusul aneksasi Rusia atas Krimea.
Pasukan pemberontak, yang diperkirakan berjumlah sekitar 40.000, telah mendirikan sebuah negara tidak resmi di jantung industri Ukraina timur.
 
Anak-anak Ukraina Bersekolah di Tengah Pemberontakan
Rusia dan Ukraina berjibaku di wilayah Ukraina timur (Foto: AFP).
Pantauan dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) menyebutkan dalam sebuah laporan per September bahwa "kendati bukan sejarah Ukraina, sekolah-sekolah ini mengajarkan sejarah Donbass" -- nama lain untuk kawasan industri itu.
Pelbagai sekolah dan perguruan tinggi di daerah itu telah mengganti buku-buku pelajaran lama dengan yang dicetak dalam bahasa Rusia.
Sensus resmi terakhir yang dilakukan di Ukraina pada 2001 menunjukkan bahwa tiga perempat dari penduduk yang tinggal di wilayah Donetsk berbicara bahasa Rusia.
Namun sejak mengalami transformasi yang mendalam, beberapa studi terbaru menunjukkan terjadi perpecahan di Donbass.
Pelajaran rahasia Ukraina
Guru bahasa dan sastra Ukraina harus menjalani pelatihan ulang agar mampu mengajar dengan bahasa Rusia di kelas dan mempertahankan pekerjaan mereka.
Tapi beberapa orangtua diam-diam menyewa guru privat yang dapat memoles keterampilan bahasa Ukraina bagi anak-anak mereka.
 
Anak-anak Ukraina Bersekolah di Tengah Pemberontakan
Siswa Ukraina yang belajar dengan bahasa Rusia (Foto: AFP).
Bahasa Rusia dan Ukraina memiliki akar bahasa Slavia yang sama, tetapi cukup jauh berbeda hingga keduanya tidak selalu saling mengerti.
Seorang guru sejarah, 43 tahun, yang setuju disebut Igor demi alasan keamanan, mengatakan sebagian besar dari mereka yang memintanya untuk jadi guru anak-anak mereka berharap Ukraina aman satu hari nanti dari pemberontakan.
"Anak-anak telah belajar melawan fakta bahwa ijazah (yang dikeluarkan oleh pemberontak) tidak diakui oleh perguruan tinggi di luar Donbass. Jadi anak-anak itu mencari guru pribadi yang dapat membantu mereka mencapai universitas Ukraina," kata Igor.
"Dan orang tua mereka mencari guru privat yang dapat dipercaya demi menjaga rahasia, lantaran mereka takut dipalak oleh para pemberontak," imbuhnya.
Pemerintah Kiev menolak mengakui otoritas separatis dan menyebut perubahan bahasa yang dilakukan adalah kejahatan.
Di beberapa daerah di sekitar Kiev yang dikuasai Ukraina, bahasa Rusia hanya boleh digunakan secara resmi bila dewan lokal mengadopsi sebuah keputusan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif