Inggris: Klaim 2 Tersangka Penyerang Skripal Bohong

Marcheilla Ariesta 14 September 2018 13:22 WIB
inggrisrusia
Inggris: Klaim 2 Tersangka Penyerang Skripal Bohong
Tersangka pelaku penyerangan Sergei Skripal. (Foto: AFP).
London: Pemerintah Inggris menyebut klaim dua tersangka penyerangan eks mata-mata Sergei Skripal sebagai turis adalah kebohongan belaka. Menurut Downing Street, keduanya sengaja datang ke Inggris dari Rusia dan mengincar Skripal.

Kedua tersangka itu diidentifikasi sebagai Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov. Mereka muncul di saluran televisi yang didanai Kremlin.

Keduanya mengatakan mereka adalah korban yang dijadikan kambing hitam oleh Inggris. Menanggapi pernyataan keduanya tersebut, juru bicara Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan komentar tersangka merupakan penghinaan dan sangat menyinggung.


"Kebohongan dan fabrikasi terang-terangan dalam wawancara ini dilakukan di stasiun televisi yang disponsori Rusia merupakan penghinaan terhadap kecerdasan publik," katanya, dilansir dari laman Sky News, Jumat 14 September 2018.

"Lebih penting lagi mereka menyerang korban dan orang-orang terkasih dalam serangan ini," imbuhnya.

Sang jubir mengatakan bahwa polisi dengan sangat jelas telah menetapkan bukti pada dua tersangka itu. Mereka berbicara mengenai penolakan mereka terhadap tuduhan Inggris.

"Mereka adalah orang-orang yang kami cari dan kami telah mengambil semua langkah untuk memastikan kedua orang itu ditangkap dan dibawa ke pengadilan di Inggris jika mereka melangkah keluar Rusia lagi," tukasnya.

Pada Rabu lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebutkan pelaku penyerangan mantan agen ganda Sergei Skripal adalah warga sipil. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah forum ekonomi di Vladivostok, Rusia.

Otoritas Inggris telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov. Keduanya diduga anggota intelijen militer Rusia, GRU.

Mereka dituduh mencoba membunuh mantan mata-mata Rusia Skripal dan putrinya, Yulia dengan agen saraf Novichok di kota Salisbury, Inggris pada 4 Maret lalu. London meyakini penyerangan tersebut disetujui pihak Moskow.

Pemerintah Inggris bahkan mengatakan Putin bertanggung jawab atas penyerangan tersebut. Klaim London ditolak keras oleh Kremlin.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id