PM Inggris Ancam Usir Dubes Rusia Terkait Penyerangan Eks Mata-Mata

Marcheilla Ariesta 09 Maret 2018 15:17 WIB
inggrisrusia
PM Inggris Ancam Usir Dubes Rusia Terkait Penyerangan Eks Mata-Mata
PM Inggris ancam usir dubes Rusia jika terbukti bersalah dalam kasus peracunan eks mata-mata. (Foto: AFP).
London: Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan jika Rusia terbukti bersalah atas serangan racun kepada eks mata-mata Negeri Beruang Merah, mereka tidak akan tinggal diam.

"Kami akan melakukan hal yang tepat. Kami akan merespons dengan tepat jika Moskow benar-benar terbukti bersalah," kata May, seperti dilansir dari ITV News, Jumat 9 Maret 2018.

Meski demikian, dia akan memberikan kesempatan bagi polisi untuk menyelesaikan penyelidikan atas kasus tersebut.


May mengaku tidak akan menutup kemungkinan mengusir duta besar Rusia di negaranya jika terbukti negara tersebut bersalah.

Baca: Dekat dengan Pembocor Skandal Trump, Agen Rusia Diracun

"Tentunya, jika tindakan diperlukan, pemerintah akan melakukannya. Kami akan melakukannya denga tepat berdasarkan bukti terbaik," imbuh dia.

Eks mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia ditemukan tak sadarkan diri di sebuah bangku pusat perbelanjaan di Salisbury pada 4 Maret lalu.

Pada 2006, Skripal divonis 13 tahun penjara di Rusia atas tuduhan mengkhianati intelijen Rusia dengan menjadi agen tim mata-mata Inggris, MI6, sejak 1990-an. Rusia menuding Skripal menerima USD100 ribu, sekitar Rp1,3 miliar, untuk tiap informasi yang diberikan.

Skripal kemudian mendapatkan perlindungan di Inggris di bawah kesepakatan pertukaran mata-mata antara AS dan Rusia pada 2010.

Baca: 21 Orang Terpapar Racun Saat Tangani Kasus Eks Mata-mata Rusia



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id