Hadapi Demo, Prancis Kerahkan 8 Ribu Polisi
Ricuh di Paris yang sudah berlangsung hampir tiga pekan. (Foto: AFP)
Paris: Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe mengatakan, sekitar 8.000 personel kepolisian akan diturunkan untuk menghadapi unjuk rasa dari Rompi Kuning, besok.

Sebelumnya, pemerintah mengerahkan 5.000 personel selama dua pekan unjuk rasa mengguncang ibu kota Paris.

"Total di seluruh Prancis ada 89 ribu personel polisi dan kami mengerahkan selusin kendaraan lapis baja ke Paris," kata PM Philippe, dikutip dari AFP, Jumat 7 Desember 2018.


Tak hanya itu, pusat wisata di Paris pun terpaksa ditutup untuk sementara seperti Menara Eiffel, Museum Louvre, sejumlah gedung opera dan Kompleks Grand Palais. 

Selain itu, polisi juga meminta toko-toko dan restoran untuk tutup pada Sabtu besok, khususnya yang berlokasi di Paris Champs-Elysees. Serangkaian pertandingan sepak bola juga terpaksa ditunda. 

Pemerintah juga akan meningkatkan keamanan di tempat-tempat wisata mengingat Acr de Triomphe rusak akibat ricuh pekan lalu. 

Meski pemerintah telah memutuskan tidak menaikkan harga BBM, kemarahan para pengunjuk rasa tetap tidak bisa dibendung. Gerakan Rompi Kuning ini mengeluarkan lebih dari 40 tuntutan kepada pemerintah.




(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id