Inggris Tolak Permintaan AS Terkait Peradilan Militan 'Beatles'
Alexanda Kotey (kanan) dan El Shafee Elsheikh. (Foto: AFP/Syrian Democratic Forces)
Washington: Inggris akan menolak permintaan Amerika Serikat (AS) agar dua militan Islamic State (ISIS) berjuluk 'Beatles' diadili di negara asalnya. London menegaskan dua orang itu sudah tidak boleh lagi masuk ke Inggris karena kewarganegaraannya sudah dicabut.

Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon menilai seharusnya semua mitra Negeri Paman Sam bertanggung jawab atas warganya sendiri, termasuk Inggris terkait Beatles. 

Namun Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson akan menyampaikan kepada pemerintahan Presiden Donald Trump bahwa 'Beatles' tidak akan diizinkan masuk kembali ke Inggris.


Militan 'Beatles,' Alexanda Kotey dan El Shafee Elsheikh, membantu Mohammed 'Jihadi John' Emwazi memenggal kepala para sanderanya, termasuk relawa asla Inggris David Haines dan Alan Henning. Penangkapan keduanya di Suriah diumumkan pekan lalu.

Kotey dan Elsheikh mendapat julukan Beatles karena logat Inggris yang kental.

Baca: Inggris Minta Dua Militan 'Beatles' Diadili di ICC

"Kami bekerja sama dengan mitra koalisi terkait tahanan militan asing, dan umumnya mereka ini kembali ke negara asalnya (untuk diadili)," kata Kathryn Wheelbarger, seorang pejabat senior Pentagon, seperti dilansir Kaplan Herald, Selasa 13 Februari 2018.

'Beatles' merupakan dua warga berkebangsaan ganda. Namun kewarganegaraan Inggris sudah dicabut agar tidka dapat masuk kembali ke negara tersebut.

Keduanya sedang diinterogasi agen Inggris dan AS. Mereka berdua dan anggota geng lainnya, Aine Davis, berasal dari London Barat.

Davis, 33, dipenjara di Turki tahun lalu setelah tertangkap saat berupaya menyelinap di perbatasan Suriah.




(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id