21 Orang Terpapar Racun Saat Tangani Kasus Eks Mata-mata Rusia

Marcheilla Ariesta 09 Maret 2018 12:36 WIB
inggrisrusia
21 Orang Terpapar Racun Saat Tangani Kasus Eks Mata-mata Rusia
Petugas penyelidik kasus eks mata-mata Rusia terpapar racun. (Foto: AFP).
London: Sebanyak 21 orang mendapatkan perawatan medis, diduga ikut terpapar racun saat menangani kasus percobaan pembunuhan eks mata-mata Rusia, Sergei Skripal di Salisbury.

Di antara mereka yang dirawat, terdapat polisi.

"Mereka mendapat perawatan di rumah sakit, seperti tes darah dan anjuran kesehatan," kata pelaksana tugas Kepolisian Wiltshire Kier Pritchard, dikutip dari CNN, Jumat 9 Maret 2018.


Selain polisi, sejumlah ahli forensik dan analis kimia juga ikut mendapat perawatan di rumah sakit.

Meski demikian, yang dirawat intensif di rumah sakit hingga saat ini ada tiga orang, yaitu Skripal dan putrinya Yulia, serta seorang detektif polisi Nick Bailey.

Skripal dan putrinya ditemukan pingsan di sebuah bangku pusat perbelanjaan di Salisbury pada Minggu 4 Maret lalu. Pria 66 tahun itu merupakan eks mata-mata Rusia.

Pada 2006, Skripal divonis 13 tahun penjara di Rusia atas tuduhan mengkhianati intelijen Rusia dengan menjadi agen tim mata-mata Inggris, MI6, sejak 1990-an. Rusia menuding Skripal menerima US$100 ribu untuk tiap informasi yang diberikan.

Skripal kemudian mendapatkan perlindungan di Inggris di bawah kesepakatan pertukaran mata-mata antara AS dan Rusia pada 2010.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id