Pengunjung melihat foto berukuran besar Parlemen Eropa di sebuah museum di Brussels, Belgia, 24 Mei 2019. (Foto: AFP/EMMANUEL DUNAND)
Pengunjung melihat foto berukuran besar Parlemen Eropa di sebuah museum di Brussels, Belgia, 24 Mei 2019. (Foto: AFP/EMMANUEL DUNAND)

Warga Eropa Gunakan Hak Pilih dalam Pemilu Parlemen UE

Internasional uni eropa
Arpan Rahman • 26 Mei 2019 20:03
Brussels: Warga di seantero benua Eropa beramai-ramai mendatangi tempat pemungutan suara untuk menggunakan hak pilih mereka dalam pemungutan suara parlemen Uni Eropa (UE) pada Minggu 26 Mei 2019.
 
Jerman, Prancis, Spanyol dan Italia adalah empat dari 21 negara yang menggelar pemilu UE hari ini. Tujuh negara lain di Eropa, termasuk Inggris, telah menyelesaikan proses pemungutan suara.
 
Dilansir dari laman Sky News, hasil pemilu parlemen EU akan diumumkan pada Minggu malam, sekitar 22.00 waktu Inggris. Pemilu ini memperebutkan 751 kursi parlemen Eropa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Partai populis sayap kanan Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini berpotensi mengalahkan Serikat Demokratik Kristen (CDU) asal Jerman dalam pemilu kali ini. Salvini selama ini bertekad menjadi partai nomor satu di Italia dan juga Eropa.
 
Bagi CDU, ini adalah ujian pertama setelah Kanselir Jerman Angela Merkel menyerahkan jabatan ketua partai kepada Annegret Kramp-Karrenbauer tahun lalu.
 
Sementara bagi Prancis, pertarungan dalam pemilu parlemen UE berlangsung antara kubu Presiden Emmanuel Macon melawan sayap kanan di bawah Marine Le Pen. Jika Macron kalah dalam pemilu UE, maka tekadnya untuk Eropa yang lebih bersatu akan sulit terwujud.
 
Macron menginginkan negara-negara UE untuk berbagi anggaran dan juga prajurit. Ia ingin negara-negara tersebut bersatu agar UE tetap relevan di kancah global.
 
PM Inggris Theresa May awalnya bertekad menarik diri dari keanggotaan sebelum pemilu UE. Namun karena hal itu tidak terwujud, warga Inggris pun masih mengikuti pemilu parlemen UE kali ini pada Kamis 23 Mei.
 
Baca:PM Inggris Umumkan Mengundurkan Diri Pada 7 Juni
 
Pemilu parlemen ini digelar saat warga Eropa bersiap menggelar sejumlah acara peringatan momen-momen bersejarah. Pemilu parlemen UE ini digelar 75 tahun setelah Amerika Serikat mendarat di Prancis dan mengalahkan kelompok Nazi Jerman.
 
Peristiwa besar lainnya adalah pasukan Rusia yang membiarkan Jerman menggagalkan upaya Polandia mencapai kemerdekaan.
 
November mendatang, warga Eropa juga akan memperingati 30 tahun sejak Jerman menghancurkan Tembok Berlin dalam menyatukan Eropa timur dan barat.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif