Para WNI menggunakan hak pilih mereka di Moskow, Rusia, 14 April 2019. (Foto: KBRI Moskow)
Para WNI menggunakan hak pilih mereka di Moskow, Rusia, 14 April 2019. (Foto: KBRI Moskow)

Naik Kereta Api 13 Jam ke Moskow Demi Ikut Pemilu

Internasional pilpres 2019
16 April 2019 06:49
Moskow: Mohammad Farhan Ramadhan, mahasiswa Indonesia penerima beasiswa dari Pemerintah Rusia di Kazan Federal University, rela menempuh perjalanan 13 jam dengan kereta api dari kota Kazan menuju Moskow yang berjarak sekitar 816 kilometer.
 
"Ini Pemilu pertama saya, dan saya ingin mempunyai andil juga dalam menyalurkan hak suara sebagai warga negara demi bangsa Indonesia. Saya sengaja datang dan tidak menggunakan jasa pos karena ingin bersilaturahmi dengan sesama warga Indonesia di Rusia," ungkap Farhan sambil menikmati bubur ayam yang disiapkan Panitia Pemilu Luar Luar Negeri (PPLN) Moskow.
 
Lain lagi dengan cerita Ni Made Setyawati, pekerja terampil di salah satu Spa Therapy di Moskow. Bersama sekitar 30 orang temannya sesama spa therapists, mereka sengaja datang pagi-pagi sejak pemungutan suara dimulai pada pukul 08.00.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita sengaja datang pagi-pagi karena pukul 12.00 kita mulai kerja, dan pihak perusahaan mengizinkan kita datang pagi-pagi," kata Ni Made. Sementara yang lain ada yang datang hanya dua jam karena masalah izin, namun tidak sedikit yang menunggu sampai selesai acara karena mengambil cuti.
 
Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, sempat berbincang dengan mereka dan menanyakan tentang kesan-kesan selama bekerja di Rusia. Mereka mengatakan selama ini tidak masalah, gaji selalu tepat waktu dan sesuai kontrak serta akomodasi cukup memadai.
 
Hadir juga delapan orang pekerja profesional yang bekerja untuk perusahaan LG yang direkrut dari LG Indonesia. Mereka mengaku sudah tiga tahun bekerja di Rusia, namun belum melakukan lapor diri ke KBRI Moskow. Kesempatan Pemilu dimanfaatkan mereka untuk lapor diri dan sekaligus menyalurkan haknya sebagai WNI.
 
Itulah sekelumit komposisi WNI yang ada di Rusia. Saat ini, WNI yang tercatat di Rusia berjumlah 1.033 orang. Namun, secara keseluruhan diperkirakan jumlahnya mencapai sekitar 1.300 orang. Hampir separuhnya adalah mahasiswa, selebihnya berasal dari kalangan tenaga terampil, profesional, keluarga besar KBRI Moskow dan diaspora (masyarakat kawin campur).
 
Dinginnya musim semi kota Moskow yang mencapai 0 derajat Celcius dan disertai rintik hujan salju, tidak menyurutkan antusiasme WNI di kota Moskow dan sekitarnya untuk mendatangi Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) di KBRI Moskow pada Minggu 14 April 2019.
 
Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Anggota DPR 2019 yang dilaksanakan pukul 08.00-18.30 berjalan lancar hampir tanpa hambatan. Menurut Ketua PPLN Moskow, Lusy Surjandari, satu-satunya kasus adalah adanya lima WNI yang tidak dapat mencoblos karena status mereka sebagai turis dan tidak membawa formulir A5 (pindahan). Sementara tiga teman mereka dapat memilih karena telah mengantongi formulir A5.
 
Suasana penuh keakraban terlihat sepanjang pelaksanaan Pemilu. Tampak cukup banyak WNI yang masih bergerombol hingga berakhir acara, sambil menikmati makanan yang disiapkan panitia. Di pojok lain mereka asyik berbelanja produk makanan Indonesia seperti mi instan, kecap, bumbu instan, dan makanan kecil.
 
Naik Kereta Api 13 Jam ke Moskow Demi Ikut Pemilu
WNI menikmati kuliner nusantara usai mencoblos. (Foto: KBRI Moskow)
 
"Mi instan yang paling dicari dan dalam beberapa jam langsung ludes," kata Dubes Wahid, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id. Memang produk ini untuk jenis kemasan belum masuk Rusia, namun Dubes Wahid memastikan sebentar lagi salah satu merek produk mi instan Indonesia akan menghiasi toko-toko dan supermarket di Rusia.
 
Sementara Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) Moskow, Enjay Diana, terus memberikan informasi tentang tata cara pencoblosan dan memastikan bahwa surat suara yang diberikan asli, bersih dan tidak ada coretan atau lubang apa pun.
 
Proses penghitungan suara akan dilakukan secara terbuka untuk umum dan serentak dengan 130 PPLN lainnya di 96 negara pada 17 April 2019 siang, di hari yang sama dengan perhitungan suara di Indonesia.
 
Sebanyak 370 WNI telah menyalurkan hak suara mereka secara langsung di TPSLN KBRI Moskow pada Pemilu kali ini. Jumlah ini mencapai 63,5 persen dari 583 warga Indonesia yang sudah mendaftarkan diri sebelumnya melalui PPLN Moskow untuk pemilihan langsung.
 
Dari jumlah 370 orang tersebut, terdiri dari 223 wanita dan 147 pria. Di samping itu, hingga tanggal 14 April, PPLN Moskow telah menerima 183 surat suara melalui pos dan masih menantikan sisanya hingga 17 April pagi. Sebanyak 513 surat suara telah dikirimkan oleh PPLN Moskow ke para WNI yang ingin menggunakan pos sejak 14 Maret.
 
Dubes Wahid dan istri menyalurkan hak suaranya di pagi hari dan turut mengikuti rangkaian kegiatan Pemilu hingga penutupan acara.
 
"Saya sangat mengapresiasi partisipasi warga Indonesia yang sangat antusias dan tertib untuk menyalurkan hak suara mereka pada Pemilu 2019 ini, walaupun hari ini cuaca masih dingin dan sempat turun hujan salju," ungkap Dubes Wahid.
 
Naik Kereta Api 13 Jam ke Moskow Demi Ikut Pemilu
Dubes Wahid menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2019. (Foto: KBRI Moskow)
 
Baca:'Kesebelasan' WNI Ikut Mencoblos di KBRI Madrid
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif