Wakil PM Italia Matteo Salvini berbicara dalam konferensi pers di kantor Partai Liga di Milan, 26 Mei 2019. (Foto: AFP/MIGUEL MEDINA)
Wakil PM Italia Matteo Salvini berbicara dalam konferensi pers di kantor Partai Liga di Milan, 26 Mei 2019. (Foto: AFP/MIGUEL MEDINA)

Partai Anti-Imigran Diproyeksikan Menang dalam Pemilu UE

Internasional uni eropa
Willy Haryono • 27 Mei 2019 07:00
Milan: Partai sayap kanan anti-imigran Italia diproyeksikan menang dalam pemilihan umum parlemen Uni Eropa pada Minggu 26 Mei 2019. Menurut sejumlah exit poll, Partai Liga milik Wakil Perdana Menteri Matteo Salvini mampu meraih 27 hingga 31 persen suara.
 
Sementara mitra koalisi Salvini, Five Star Movement (M5S) dikalahkan kemunculan partai berhaluan kiri tengah Democratic Party. yang mendapat 21 hingga 25 persen suara.
 
M5S yang dipimpin Luigi Di Maio mendapat 18,5 hingga 22,5 persen suara. Sementara mantan PM Italia Silvio Berlusconi lewat partai Forza Italia meraih delapan hingga 12 persen suara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Merasa yakin atas kemenangan, Salvini mengunggah fotonya yang sedang tersenyum sembari memegang papan bertuliskan "partai utama di Italia" di Twitter.
 
(Partai) Liga mungkin akan menjadi partai utama di Italia," ujar kepala senat partai tersebut, Riccardo Molinari, usai mengetahui hasil beberapa exit poll.
 
Hasil dari Partai Liga tidak setinggi yang diprediksi banyak orang. Namun raihan 27-31 persen mengonfirmasi meningkatnya popularitas partai tersebut sejak menjadi mayoritas di pemerintahan Italia pada Juni tahun lalu.
 
Sejumlah analis memprediksi Salvini akan menyerukan pemilihan umum sela jika Partai Liga mendapatkan suara tinggi.
 
"Sejauh yang saya tahu, jika Liga menang pun tidak akan mengubah apa-apa di Italia. Tapi semua akan berubah di Eropa, dimulai besok," tutur Salvini, dilansir dari laman AFP.
 
Pemilu parlemen yang memperebutkan 751 kursi ini digelar saat warga Eropa bersiap menggelar sejumlah acara peringatan momen-momen bersejarah. Pemilu parlemen UE ini digelar 75 tahun setelah Amerika Serikat mendarat di Prancis dan mengalahkan kelompok Nazi Jerman.
 
Peristiwa besar lainnya adalah pasukan Rusia yang membiarkan Jerman menggagalkan upaya Polandia mencapai kemerdekaan.
 
November mendatang, warga Eropa juga akan memperingati 30 tahun sejak Jerman menghancurkan Tembok Berlin dalam menyatukan Eropa timur dan barat.
 
Baca:Warga Eropa Gunakan Hak Pilih dalam Pemilu Parlemen UE

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif