Uni Eropa Diminta Periksa Kelayakan Imigran di Tengah Laut
Mendagri Austria Herbert Kickl (kiri) bersama Mendagri italia Matteo Salvini di Wina, 14 September 2018. (Foto: AFP)
Wina: Menteri Dalam Negeri Austria dan Italia menyerukan Uni Eropa untuk menahan terlebih dulu imigran di tengah laut hingga klaim suaka mereka selesai diproses.

Mendagri Austria Herbert Kickl menyampaikan ide tersebut dalam sebuah konferensi keimigrasian UE di Wina. Mendagri Italia Matteo Salvini mendukung ide tersebut.

Sejak beberapa tahun lalu, ribuan imigran berusaha menyeberangi Laut Mediterania untuk mencapai beberapa negara anggota UE.


Kickl menyebut nantinya akan ada beberapa kapal untuk "memeriksa" apakah imigran yang datang ini layak masuk ke Eropa atau tidak. Ia tidak menyebutkan detail pemeriksaan seperti apa yang akan dilakukan.

"Setelah pemeriksaan di atas kapal, para imigran yang bisa mendapatkan suaka nantinya akan dibawa ke EU. Sementara sisanya akan dibawa ke 'pelabuhan aman' di beberapa negara ketiga," ucap Kickl, seperti dikutip dari kantor berita BBC, Sabtu 15 September 2018.

"Anda semua akan diperlakukan dengan baik setelah (melewati pemeriksaan) di kapal," sebut Kickl. Ia menyebut sistem seperti ini juga akan membantu menyelesaikan "masalah repatriasi."

Ia menyarankan agar UE fokus membuat kebijakan yang tujuannya agar para imigran "hanya bisa mendapatkan suaka di luar UE, dan permohonan diterima atau tidaknya ditentukan di luar UE."

Sementara itu Salvini, yang mendukung ide Kickl, saat ini sedang berada di bawah penyelidikan di Italia karena menolak mengizinkan para imigran berlabuh bulan lalu.

Tim jaksa di Sicilia telah membuka penyelidikan terhadap Salvini mengenai dugaan penahanan dan penangkapan ilegal serta penyalahgunaan kekuasaan.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id