Menhan Jerman Ursula von der Leyen dalam acara di Hamburg, 8 Desember 2018. (Foto: AFP/JOHN MACDOUGALL)
Menhan Jerman Ursula von der Leyen dalam acara di Hamburg, 8 Desember 2018. (Foto: AFP/JOHN MACDOUGALL)

Dua Jabatan Teratas Uni Eropa akan Diduduki Wanita

Internasional uni eropa
Willy Haryono • 03 Juli 2019 07:20
Brussels: Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan dalam Konferensi Tingkat Tinggi di Brussels, Belgia, Selasa 2 Juli 2019. Untuk kali pertama, UE sepakat menyerahkan dua jabatan teratas ke tangan wanita.
 
Setelah KTT berlangsung alot selama tiga hari, Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen akhirnya ditunjuk sebagai pengganti Jean-Claude Juncker di posisi Presiden Komisi Eropa.
 
Jika telah resmi menjabat, maka von der Leyen akan memimpin Komisi Eropa untuk lima tahun ke depan. Ia akan menghadapi beragam tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga berita bohong, populisme dan juga Brexit. Von der Leyen akan menjadi wanita pertama asal Jerman yang menduduki jabatan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menanggapi nama von der Leyen, Juncker menuliskan di Twitter bahwa apa yang telah disepakati di KTT Brussels adalah sebuah "solusi yang baik."
 
"Leyen memiliki pengalaman mumpuni di bidang kebijakan pertahanan dan sosial. Saya yakin parlemen (Eropa) akan meloloskan nominasinya," tulis Juncker.
 
Sementara mantan Menteri Keuangan Prancis Christine Lagarde, yang memimpin Dana Moneter Internasional (IMF) sejak 2011, ditunjuk sebagai kepala Bank Sentral Eropa. Lagarde dipilih di tengah kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi Eropa.
 
"Dia akan menduduki posisi baru ini dengan bijak dan penuh komitmen," kata Kanselir Jerman Angela Merkel usai nominasi, dikutip dari laman AFP.
 
Pemilihan von der Leyen dan Lagarde, yang telah dikonfirmasi Presiden Dewan Eropa Donald Tusk, mengakhiri KTT Brussels yang berlangsung alot sejak Minggu malam. KTT ini diwarnai perbedaan pendapat dan perselisihan internal.
 
Baca:Dialog Suksesi Buntu, Macron Kecam Kredibilitas Uni Eropa
 
Nama von der Leyen, wanita berusia 60 tahun, muncul usai Frans Timmermans yang disebut-sebut hendak menggantikan Juncker, ditentang banyak pihak.
 
Untuk posisi Tusk, Perdana Menteri Belgia Chales Michel menjadi sosok yang dipilih UE. Sementara Menteri Luar Negeri Spanyol Josep Borrel ditunjuk menggantikan Kepala Kebijakan Luar Negeri Eropa, Federica Mogherini.
 
Seorang politikus veteran, Borrell siap menggantikan Tusk dalam upaya Eropa menyelamatkan perjanjian nuklir Iran 2015. Ia juga akan berusaha mencegah terjadinya konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Iran serta memberikan tekanan terhadap Rusia, yang aktivitas militernya dinilai mengkhawatirkan sejumlah pihak.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif