Kapal tanker Grace 1 milik Iran di perairan Selat Gibraltar, 6 Juli 2019. (Foto: AFP/Getty Images)
Kapal tanker Grace 1 milik Iran di perairan Selat Gibraltar, 6 Juli 2019. (Foto: AFP/Getty Images)

Antisipasi Ancaman Iran, Inggris Kirim Kapal Penghancur

Internasional inggris iran
Arpan Rahman • 14 Juli 2019 13:07
London: Sebuah kapal tipe penghancur dari armada Angkatan Laut Kerajaan Inggris berlayar menuju Teluk Arab. Pengerahan HMS Duncan ini bertujuan mencegah Iran yang mungkin akan berusaha menyita tanker Inggris sebagai bentuk aksi balasan.
 
Iran geram saat Inggris menyita tanker bernama Grace 1 di Selat Gibraltar pada 4 Juli. Anggota dewan Teheran, Mohsen Rezaei, sempat mengutarakan pendapatnya bahwa aksi balasan harus dilakukan dengan cara menyita tanker Inggris yang berlayar di Teluk Arab.
 
Rabu 10 Juli, HMS Montrose dari AL Inggris dikabarkan berusaha melindungi sebuah tanker milik perusahaan British Petroleum (BP) yang dicegat tiga kapal asal Iran di Selat Hormuz. Teheran melalui Garda Revolusioner Iran membantah berusaha mencegat atau menyita tanker tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"HMS Duncan dikirim ke kawasan untuk memastikan keamanan maritim kami. Sementara HMS Montrose untuk sementara kami tarik untuk perawatan rutin dan pergantian kru," kata juru bicara pemerintahan Inggris, disitat dari Evening Standard, Sabtu 13 Juli 2019.
 
Inggris mengaku ingin menurunkan ketegangan dengan Iran, tapi HMS Duncan tetap perlu dikerahkan demi keamanan. "Kami khawatir mengenai ancaman mereka (Iran). Kami telah meminta mereka untuk menurunkan ketegangan di kawasan. Kami rasa itu adalah langkah terbaik untuk semua," sebut jubir kantor Perdana Menteri Theresa May.
 
Pengerahan HMS Duncan dilakukan di tengah perang kata-kata antara Inggris dan Iran. Jubir Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, menyerukan agar Grace 1 segera dilepaskan.
 
"Kerangka hukum dalam penyitaan (Grace 1) tidak valid. Pembebasan tanker tersebut akan menguntungkan kepentingan semua negara," ujar Mousavi.
 
Sementara ulama Kazem Sedighi di Teheran mengatakan dalam khotbah salat Jumat bahwa Inggris akan mendapat "tamparan keras di bagian wajah" karena berani menyita Grace 1.
 
Jumat kemarin, Kepolisian Gibraltar membebaskan empat kru Grace 1. Keempat kru dibebaskan dengan uang jaminan dan tanpa tuntutan apapun.
 
Menurut kepolisian Gibraltar, keempatnya dibebaskan dengan syarat, namun tidak mengelaborasi lebih jauh mengenai hal tersebut. Namun Gibraltar mengatakan investigasi mengenai Grace 1 ini terus berlanjut.
 
Baca:Kepolisian Gibraltar Bebaskan Empat Kru Tanker Iran
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif