Eks Perawat Jerman Akui Bunuh 100 Pasien
Mantan perawat Jerman yang akui bunuh 100 pasiennya, Niel Hoegel. (Foto: AFP).
Oldenburg: Mantan perawat Niels Hoegel mengakui membunuh 100 orang pasien yang dirawatnya. Pengakuannya ini disampaikan pertama kali dalam sidang kasus pembunuhan berantai terbesar paska perang Jerman.

"Saya telah mengakui apa yang terjadi," katanya di ruang sidang yang dipenuhi para keluarga korban, dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 31 Oktober 2018.

Hoegel, 41, telah menghabiskan hampir satu dekade di penjara. Dia dituduh sengaja memberikan obat dengan dosis lebih kepada para pasiennya. Dia mengaku hal tersebut dilakukan supaya dapat menghidupkan mereka kembali di saat-saat terakhirnya.


Hakim Ketua Sebastian Buehrmann mengatakan tujuan utama persidangan ini adalah untuk menunjukkan bahwa pembunuhan yang dibiarkan bisa tidak terkendali. Hal ini terjadi di dua rumah sakit Jerman.

"Seperti rumah dengan kamar gelap, kami ingin membawa cahaya dalam kegelapan," katanya.

Jaksa mengatakan sedikitnya 36 orang tewas di sebuah rumah sakit di Oldenburg dan 64 lagi di klinik dekat Delmenhorst. Insiden pembunuhan terjadi antara 2000 hingga 2005.

Hoegel pertama kali disidang 2008 dan dijatuhi hukuman hingga tujuh tahun penjara karena percobaan pembunuhan. Pada 2005 dia ditangkap ketika menyuntikkan obat yang tidak diresepkan kepada pasien di Delmenhorst.

Pada 2015, dia kembali dinyatakan bersalah atas pembunuhan dan percobaan pembunuhan lima korban lainnya dan diberi hukuman maksimal 15 tahun. Saat itu lah dia mengaku pada psikiaternya jika telah membunuh setidaknya 30 orang lagi di Delmenhorst.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id