Seorang pengunjuk rasa berdiri di atas sejumlah tempat sampah yang dibakar di Paris, Prancis, 5 Januari 2019. (Foto: AFP/Getty)
Seorang pengunjuk rasa berdiri di atas sejumlah tempat sampah yang dibakar di Paris, Prancis, 5 Januari 2019. (Foto: AFP/Getty)

Demonstran Rompi Kuning Kembali Bentrok dengan Polisi

Internasional prancis Emmanuel Macron
Arpan Rahman • 06 Januari 2019 09:10
Paris: Aksi kekerasan kembali terjadi di Paris, Prancis, Sabtu 5 Januari 2019, saat sekelompok demonstran yang mengenakan rompi kuning kembali turun ke jalanan dan berunjuk rasa. Mereka membakar sejumlah barang dan bentrok dengan aparat kepolisian.
 
Ini merupakan kelanjutan dari unjuk rasa yang sudah melanda Paris dan beberapa kota lainnya sejak dua bulan lalu. Demonstran rompi kuning ini awalnya menentang penaikan harga bahan bakar minyak, namun kini meluas menjadi penentangan terhadap berbagai kebijakan Presiden Emmanuel Macron.
 
Awalnya unjuk rasa terbaru di Paris berlangsung damai. Namun situasi berubah menjadi ricuh memasuki petang hari, saat sekelompok pedemo melemparkan sejumlah barang ke arah polisi antihuru-hara yang menjaga jembatan sungai Seine.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengunjuk rasa juga membakar beberapa tempat sampah sehingga situasi kian memanas, mirip dengan aksi serupa tahun lalu. Polisi menembakkan gas air mata kepada para demonstran yang berusaha menyeberangi sungai untuk mencapai Majelis Nasional Prancis.
 
Satu restoran terapung dibakar massa, dan seorang polisi terluka saat dirinya terkena sepeda yang dilemparkan pengunjuk rasa.
 
Bentrokan serupa juga terjadi di beberapa kota di Prancis, seperti di Bordeaux dan Rouen. Pemerintah Prancis belum mengungkapkan data jumlah demonstran kali ini.
 
"Kami muak karena harus membayar banyak hal selama ini. Kami sudah tidak mau lagi diperbudak. Kami seharusnya bisa hidup dengan mengandalkan gaji kami," kata seorang pengunjuk rasa, Francois Cordier, seperti disitat dari laman Evening Standard.
 
Sebelumnya, Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire menyebut kekerasan dari unjuk rasa rompi kuning sebagai "bencana ekonomi." Ia juga menilai aksi rompi kuning merupakan "krisis" bagi demokrasi dan masyarakat Prancis.
 
Bulan lalu, Macron menjanjikan pemangkasan pajak bagi pensiunan, penaikan upah bagi pekerja kelas bawah dan membatalkan rencana penaikan pajak BBM.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif