Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) saat bertemu Presiden Iran Hassan Rouhani di New York, AS, 25 September 2018. (Foto: AFP/LUDOVIC MARIN)
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) saat bertemu Presiden Iran Hassan Rouhani di New York, AS, 25 September 2018. (Foto: AFP/LUDOVIC MARIN)

Macron Minta Iran Hindari Peningkatan Ketegangan dengan AS

Internasional amerika serikat iran prancis
Willy Haryono • 10 April 2019 07:12
Paris: Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Presiden Iran Hassan Rouhani untuk menghindari peningkatan ketegangan dengan Amerika Serikat. Hubungan Teheran dengan Washington kian memburuk usai AS memasukkan Garda Revolusioner Iran ke daftar organisasi teroris.
 
Dalam sebuah percakapan via telepon, dikutip dari kantor berita AFP, Selasa 9 April 2019, Macron meminta Rouhani untuk "menghindari segala bentuk peningkatan (ketegangan) atau destabilisasi di kawasan."
 
Presiden AS Donald Trump menyebut Garda Revolusioner Iran -- yang memiliki sekitar 125 ribu personel -- sebagai "alat utama Teheran dalam mengarahkan dan mengimplementasikan kampanye teroris berskala global."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini merupakan kali pertama AS melabeli sebagian entitas dari pemerintahan negara lain sebagai grup teroris. Merespons ucapan Trump, Rouhani menuduh AS sebagai "pemimpin sebenarnya dari terorisme global."
 
Garda Revolusioner Iran adalah perpanjangan tangan ideologis dari militer Iran. Unit tersebut mengakar kuat dalam kehidupan politik serta ekonomi Iran.
 
Setelah mengumumkan bahwa Garda Revolusioner Iran adalah organisasi teroris, Trump mengonfirmasi akan terus meningkatkan tekanan kepada Iran dari segi keuangan.
 
Sebelumnya, Irak mengaku telah berusaha menghentikan AS agar tidak melabeli Garda Revolusioner Iran sebagai organisasi teroris.
 
"Kami telah mencoba menghentikan keputusan Amerika. Kami berusaha berkomunikasi dengan semua kubu, kepada AS dan juga Arab Saudi," ujar Perdana Menteri Irak Abdel Mahdi.
 
Dia mengaku telah mengingatkan Washington dan juga salah satu sekutunya, Riyadh, bahwa melabeli Garda Revolusioner Iran akan memiliki "dampak negatif di Irak dan kawasan."
 
"Segala bentuk peningkatan (ketegangan) akan merugikan kita semua," lanjut dia.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif