Prancis Tuntut 10 Ekstrimis Ultra-kanan yang Berencana Serang Muslim

Arpan Rahman 29 Juni 2018 09:33 WIB
prancis
Prancis Tuntut 10 Ekstrimis Ultra-kanan yang Berencana Serang Muslim
Ilustrasi terorisme (Foto:Medcom.id/Rakhmat Riyandi)
Paris: Pihak berwenang Prancis menuntut 10 ekstremis sayap kanan setelah diduga berencana menyerang komunitas Muslim. Polisi menangkap sembilan pria dan seorang wanita dalam serangkaian penggerebekan pada Sabtu pekan lalu.

Dalam sidang yag dilaksanakan pada Rabu malam, para pelaku dituntut dengan pasal "konspirasi teror", kata seorang sumber yang menolak menyebutkan namanya, seperti dikutip AFP, Kamis 28 Juni 2018.

Beberapa di antara mereka juga dituntut melanggar undang-undang senjata api dan pembuatan atau kepemilikan alat peledak. Senapan, pistol, dan granat buatan sendiri ditemukan saat penggerebakan di pulau Corsica dan wilayah Charentes-Maritimes.


Polisi sudah mengaitkan sepuluh orang itu dengan kelompok bernama Action des Forces Operationnelles (Gerakan Pasukan Operasi). yang mendesak orang Prancis memerangi Muslim yqng mereka anggap sebagai musuh dalam selimut.

Kejaksaan Prancis mengatakan setidaknyaa 36 senjata api dan ribuan amunisi berhasil disita selama operasi. Selain itu, bahan-bahan pembuat bom ditemukan di salah satu rumah tersangka. 

Prancis masih berada dalam status waspada tinggi menyusul gelombang serangan ISIS yang telah menewaskan lebih dari 240 orang sejak 2015. Pihak pemerintah berulang kali mengingatkan serangan teror hanya dilakukan oleh bagian kecil dari sekitar enam juta warga Muslim di negara tersebut.

Meskipun demikian, kekerasan anti-Islam dilaporkan terus meningkat tiap tahunnya. Tahun lalu, setidaknya 72 aksi anti-Muslim tercatat sepanjang tahun.

Televisi TF1 di Prancis mengatakan kelompok itu berencana menargetkan para imam dan tahanan Islam radikal setelah mereka dibebaskan dari penjara, serta para wanita berjilbab di jalan yang dipilih secara acak.

Situs bernama Guerre de France (Perang untuk Prancis) yang dibuat kelompok tersebut menunjukkan sebuah adegan pertempuran di bawah Menara Eiffel, dan mengklaim sedang menyiapkan pasukan untuk membela wilayah nasional. 

Televisi TF1 di Prancis mengatakan kelompok itu berencana menargetkan para imam dan tahanan Islam radikal setelah mereka dibebaskan dari penjara, serta para wanita berjilbab di jalan yang dipilih secara acak.




(WAH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id