Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: AFP)
Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: AFP)

Demonstran Rompi Kuning Sebut Pidato Macron Sandiwara

Internasional prancis
Sonya Michaella • 11 Desember 2018 13:40
Paris: Kelompok unjuk rasa 'Rompi Kuning' mengejek pidato Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagai sebuah sandiwara, terutama menyangkut kenaikan UMR Prancis.
 
"Dia mencoba melakukan langkah untuk mengambil hati rakyat, tapi hal tersebut tampak seperti provokasi," kata Thierry, seorang pendukung Rompi Kuning, dikutip dari AFP, Selasa 11 Desember 2018.
 
"Kami akan terus meminta pertanggungjawaban pemerintah atas kekacauan ini," lanjut dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, seorang warga bernama Jean-Marc menambahkan, pengumuman kenaikan UMR oleh Macron tersebut dinilai tidak tepat.
 
"Mungkin jika Macron membuat pidato tersebut tiga pekan lalu, itu akan menenangkan gerakan Rompi Kuning. Tapi sekarang sudah terlambat," ujar dia.
 
Terkait Rompi Kuning, Macron mengatakan protes kebanyakan dilakukan oleh mereka yang berpenghasilan rendah di kota kecil atau pedesaan di Prancis.
 
Kebijakan baru yang diumumkan Macron adalah menambahkan 100 euro atau sekitar Rp1,7 juta per bulan untuk upah minimum di Prancis mulai tahun depan.
 
Upah minimum Prancis tahun ini berada di angka 1.498 euro atau sekitar Rp25 juta per bulan, atau 1.185 euro atau sekitar Rp20 juta jika sudah dipotong pajak.
 
Unjuk rasa memprotes kenaikan harga BBM yang dilakukan Rompi Kuning ini menjadi tantangan terbesar bagi Macron sejak mantan bankir investasi itu berkuasa pada Mei 2017.
 
Sekitar 125 ribu orang berunjuk rasa di seantero negeri, dengan 10 ribu dari mereka berkumpul di Paris. Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan beberapa kelompok pedemo di ibu kota.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif